Kenapa Tarawih Semakin Sepi?

Stylesphere – Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan kesempatan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya adalah sholat Tarawih yang sangat dianjurkan di bulan suci ini.

Namun, menjelang akhir Ramadhan, jumlah jamaah Tarawih di masjid cenderung berkurang. Banyak orang mulai sibuk dengan persiapan Lebaran atau memilih melaksanakan Tarawih di rumah karena alasan kenyamanan dan keterbatasan waktu.

Meskipun demikian, sholat Tarawih memiliki banyak keutamaan yang tidak boleh diabaikan. Justru ketika jamaah semakin sedikit, ada keistimewaan luar biasa yang bisa diperoleh.

Lantas, apa saja keutamaan sholat Tarawih? Berikut ulasannya, dikutip dari islami.co.

Utamakan Sholat Tarawih

Sholat Tarawih memiliki banyak keutamaan, terutama jika dilakukan bersama imam. Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang sholat malam bersama imam hingga selesai, maka akan ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. at-Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa sholat Tarawih berjamaah sangat dianjurkan, karena memberikan pahala yang setara dengan sholat semalam penuh.

Selain itu, sholat Tarawih juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa ibadah (Tarawih) di bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR. al-Bukhari, Muslim, dan lainnya)

Hadis lain dari Abu Hurairah juga menegaskan keutamaan ini:

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hal ini, qiyam Ramadhan merujuk pada sholat Tarawih.

Menurut Imam An-Nawawi, ampunan ini berlaku untuk dosa-dosa kecil. Namun, beberapa ulama berpendapat bahwa pahala yang besar dari sholat Tarawih juga dapat meringankan dosa-dosa besar, selama dosa-dosa kecil telah terhapus.

Sholat Sunnah Jangan Dilewatkan

Sholat Tarawih di bulan Ramadhan merupakan sholat sunnah yang paling utama.

Menurut ulama madzhab Hambali, sholat yang paling utama adalah sholat sunnah yang dianjurkan dilakukan secara berjamaah, karena menyerupai sholat fardhu. Dalam urutan keutamaannya, sholat kusuf (gerhana) berada di peringkat pertama, diikuti oleh sholat Tarawih. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9633)

Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa sholat Tarawih adalah sunnah mu’akkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan. Menurut madzhab Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyyah, sholat Tarawih menjadi bagian dari syiar Islam, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan Tarawih.

Dalam pelaksanaannya, sholat Tarawih lebih utama dilakukan secara berjamaah daripada sendiri-sendiri. Imam Asy-Syafi’i dan mayoritas ulama lainnya menekankan bahwa sholat Tarawih lebih baik dikerjakan di masjid, sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Khattab dan para sahabat.

Dengan keutamaan-keutamaan ini, hendaknya umat Islam tidak meninggalkan sholat Tarawih, terutama di penghujung bulan Ramadhan.

Memahami Sholat Tahajud Dengan Lengkap

Stylesphere – Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang penuh berkah dan dianjurkan untuk dikerjakan di sepertiga malam. Waktu terbaiknya terbagi menjadi tiga bagian: sepertiga malam pertama, kedua, dan terakhir. Dari ketiganya, sepertiga malam terakhir dianggap paling utama karena bertepatan dengan waktu mustajab, saat doa lebih mudah dikabulkan.

Sholat tahajud dilakukan setelah tidur, dan waktu pastinya bersifat estimasi, tergantung pada lokasi geografis dan perubahan waktu sepanjang tahun. Meski ada waktu-waktu utama, yang lebih penting adalah konsistensi, niat, dan keikhlasan dalam menjalankannya. Tidak ada batasan waktu yang kaku, selama dilakukan dengan kesungguhan hati.

Keutamaan sholat tahajud terletak pada kedekatannya dengan waktu mustajab, yaitu waktu di mana doa lebih mudah diterima. Setiap bagian waktu memiliki keutamaan tersendiri, namun yang lebih penting adalah konsistensi dan keikhlasan dalam melaksanakannya. Tidak ada waktu yang pasti, yang utama adalah niat dan kesungguhan hati dalam beribadah.

Tiga Sepertiga Malam

Terdapat tiga waktu utama untuk melaksanakan sholat tahajud, yaitu sepertiga malam pertama, kedua, dan ketiga. Berikut penjelasan rinci mengenai ketiganya:

  • Sepertiga Malam Pertama: Waktu ini dimulai setelah sholat Isya hingga sekitar pukul 22.00. Meskipun termasuk waktu utama, beberapa sumber menyebutnya sebagai waktu yang “sangat utama” atau “utama.” Waktu ini cocok bagi mereka yang ingin melaksanakan sholat tahajud lebih awal.
  • Sepertiga Malam Kedua: Waktu ini berlangsung sekitar pukul 22.00 hingga 01.00 dini hari. Banyak sumber menyebutkan waktu ini lebih utama dibandingkan sepertiga malam pertama. Waktu ini memberi kesempatan bagi mereka yang terlambat bangun setelah sholat Isya.
  • Sepertiga Malam Terakhir: Ini adalah waktu yang paling utama, dimulai sekitar pukul 01.00 dini hari hingga menjelang Subuh. Beberapa sumber menekankan keutamaannya karena lebih dekat dengan waktu mustajab. Waktu ini sangat ideal bagi mereka yang ingin merasakan keutamaan sholat tahajud.

Sepertiga Malam Terakhir Yang Terpenting

Sepertiga malam terakhir dianggap waktu yang paling utama karena banyak hadits dan riwayat yang menyebutkan keutamaannya. Pada waktu ini, Allah SWT lebih dekat dengan hamba-Nya yang bermunajat, dan doa-doa yang dipanjatkan memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.

Selain itu, melaksanakan sholat tahajud pada sepertiga malam terakhir memberi kesempatan untuk lebih fokus dan khusyuk dalam beribadah. Jauh dari keramaian aktivitas sehari-hari, waktu ini memberikan ketenangan batin yang mendalam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Namun, perlu diingat bahwa keutamaan sholat tahajud tidak hanya terletak pada waktu pelaksanaannya. Niat yang ikhlas dan kesungguhan hati dalam beribadah jauh lebih penting daripada sekadar memilih waktu.