Doa Meluluhkan Hati Orang Tua yang Tidak Merestui Hubungan

Stylesphere – Dalam sebuah hubungan, restu orang tua kerap menjadi fondasi penting bagi kebahagiaan dan kelancaran perjalanan cinta. Namun, ketika restu itu belum didapatkan, salah satu bentuk ikhtiar yang bisa dilakukan adalah memanjatkan doa, memohon agar hati orang tua dilunakkan dan diberi pemahaman.

Doa merupakan wujud penghambaan dan permohonan seorang hamba kepada Allah SWT. Umat Islam meyakini bahwa doa memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah hati dan keadaan. Dengan bersungguh-sungguh memohon kepada-Nya, diharapkan hati orang tua yang semula belum merestui dapat dipenuhi kelembutan dan kebijaksanaan.

Seperti dijelaskan dalam buku Menurut Al-Qur’an dan Sunnah: Panduan Doa dalam Islam karya Dr. Ahmad Al-Muzammil (2018), doa adalah ibadah yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Melalui doa, seorang hamba meminta pertolongan Allah dalam setiap urusan, termasuk dalam urusan hati dan hubungan dengan orang-orang yang dicintai.

Berikut ulasan lengkap yang dirangkum Anugerahslot Islamic dari berbagai sumber, Senin (11/08/2025).

Doa Meluluhkan Hati Orang Tua

Dalam Islam, doa menjadi senjata utama seorang hamba dalam menghadapi segala persoalan hidup, termasuk saat berusaha mendapatkan restu orang tua. Bagi pasangan yang hubungannya belum direstui, memohon kepada Allah SWT agar hati orang tua dilunakkan adalah salah satu ikhtiar spiritual yang dianjurkan.

Berikut adalah salah satu doa yang dapat diamalkan, lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan artinya:

Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِي ….(sebut nama orang yang dituju)…. كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى، وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ، فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ، نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ، وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ، جَلَّ ثَنَاءُ وَجْهِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Bacaan Latin:
Allahumma innaka antal ‘azizul kabir, wa anaa ‘abduka adhdhoiifudzdzaliil, alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allahumma sakhkhir li (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkharta firauna li musa, wa layyin li qolbahuu kama layyanta al-hadiida li dawuda, fa innahu la yantiqu illa bi idznika, nashiyatuhuu fii qobdhatika, wa qolbuhuu fii yadika, jalla tsanaa-u wajhik, yaa arhamar raahimiin.

Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Perkasa lagi Maha Besar, dan aku adalah hamba-Mu yang lemah dan hina. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu. Ya Allah, tundukkanlah (sebut nama) kepadaku sebagaimana Engkau tundukkan Firaun kepada Musa, dan lembutkan hatinya sebagaimana Engkau melembutkan besi kepada Daud. Sesungguhnya ia tidak akan berbicara kecuali dengan izin-Mu. Ubun-ubunnya berada dalam genggaman-Mu, dan hatinya berada di tangan-Mu. Maha Suci wajah-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.”

Doa ini bisa diamalkan dengan menyebut nama orang tua yang ingin diluluhkan hatinya, sebagai wujud permohonan langsung kepada Allah SWT. Konsistensi dalam membacanya mencerminkan kesungguhan hati dalam mencari ridha Ilahi sekaligus restu orang tua.

Penelitian dari Journal of Islamic Psychology yang diterbitkan International Islamic University Malaysia (2020) menjelaskan bahwa doa untuk meluluhkan hati memiliki dasar yang kuat dalam tradisi Islam. Nabi Muhammad SAW dan para sahabat kerap menjadikan doa sebagai media untuk menyentuh hati manusia, baik dalam urusan pribadi maupun sosial.

Doa-doa Pelengkap untuk Meluluhkan Hati dan Memohon Restu Orang Tua

Selain doa utama, terdapat sejumlah doa lain yang dapat diamalkan untuk memohon kelapangan hati, kemudahan urusan, dan restu dari orang tua. Doa-doa ini melengkapi ikhtiar spiritual dalam menghadapi situasi sulit terkait restu keluarga.

1. Doa Istikharah untuk Jodoh
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta petunjuk kepada-Mu dengan ilmu-Mu, meminta kekuatan kepada-Mu dengan kekuatan-Mu, dan memohon karunia-Mu yang agung.”
Doa ini sangat bermanfaat saat memohon petunjuk terbaik dalam memilih pasangan hidup sekaligus berharap mendapatkan restu orang tua.

2. Doa Nabi Musa untuk Melapangkan Dada
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي، وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي، يَفْقَهُوا قَوْلِي

Robbisrohli shodrii, wa yassirli amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii.

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka memahami perkataanku.”
Doa ini membantu kelancaran komunikasi dengan orang tua agar niat baik tersampaikan dengan jelas.

3. Doa Memohon Cinta Allah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ

Allahumma inni as’aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wal-‘amalalladzi yuballighuni hubbak.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang mendekatkanku kepada cinta-Mu.”
Dengan memohon cinta Allah, diharapkan hati orang tua juga ikut tergerak untuk memberi restu.

4. Doa Nabi Daud untuk Melembutkan Hati
اللَّهُمَّ لَيِّنْ لِي قَلْبَهُ، لَيِّنْتَ لِدَاوُدَ الْحَدِيدَ

Allahumma laiyin li qolbahu, laiyinta li Dawudal hadid.

Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan besi kepada Daud.”
Doa ini sering diamalkan untuk memohon kelembutan hati seseorang, termasuk orang tua yang bersikap keras.

5. Doa Memohon Restu dan Disenangi Orang Lain
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَوَسِّعْ لِي فِي رِزْقِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا رَزَقْتَنِي، وَاجْعَلْنِي مَحْبُوبًا فِي قُلُوبِ عِبَادِكَ، وَعَزِيزًا فِي عُيُونِهِم، وَاجْعَلْنِي وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ، يَا كَثِيرَ النَّوَالِ، يَا حَسَنَ الْفِعَالِ، يَا قَائِمًا بِلَا زَوَالٍ، يَا مُبْدِئًا بِلَا مِثَالٍ، فَلَكَ الْحَمْدُ، وَالْمِنَّةُ، وَالصَّرْفُ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Robbi zidnii ‘ilman, wa wassi‘ lii fii rizqii, wabarik lii fiimaa razaqtanii, waj‘alnii mahbuuban fii quluubi ‘ibaadika, wa ‘aziizzan fii ‘uyuuni him, waj‘alnii wajihan fid-dunyaa wal-aakhirati minal muqorrobiin, yaa kasiiron nawaal, yaa hasanal fi‘aal, yaa qooimman billa zawaal, yaa mubdian bila mitsaal, falakal hamdu, wal minnatu, was-shorfu ‘ala kulli haal.

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah ilmuku, luaskan rezekiku, berkahilah apa yang Engkau karuniakan padaku. Jadikan aku dicintai di hati hamba-hamba-Mu, mulia di mata mereka, dan termasuk orang-orang yang dekat kepada-Mu di dunia dan akhirat. Wahai Yang Maha Pemurah, Maha Indah perbuatan-Nya, Yang Kekal tanpa akhir, dan Yang Memulai tanpa contoh sebelumnya. Segala puji, karunia, dan pengaturan hanyalah milik-Mu dalam setiap keadaan.”
Doa ini dapat dimodifikasi dengan menambahkan “wa qalbi ummi” setelah kata “‘ibaadika” untuk secara khusus memohon agar disenangi di hati ibu.

Mengamalkan doa-doa ini secara rutin, disertai kesungguhan hati dan usaha nyata, menjadi bentuk kepasrahan penuh kepada Allah SWT. Setiap permohonan yang tulus akan selalu didengar dan direspon oleh-Nya dengan cara terbaik.

Waktu Mustajab untuk Berdoa Meluluhkan Hati Orang Tua

Menurut Adab al-Du‘a fi al-Islam karya Syaikh Abdullah Al-Fauzan (2019), terdapat waktu-waktu tertentu yang disebut mustajab untuk berdoa. Memanfaatkan momen-momen ini dengan penuh kekhusyukan dapat meningkatkan peluang terkabulnya doa, termasuk doa untuk meluluhkan hati orang tua yang belum merestui hubungan anaknya.

Berikut beberapa waktu yang dianjurkan untuk memanjatkan doa:

  1. Sepertiga Malam Terakhir (Tahajud)
    Waktu antara pukul 00.00–03.00 dini hari adalah saat yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa pada waktu ini Allah SWT “turun” ke langit dunia dan mengabulkan permohonan hamba-Nya yang memohon kepada-Nya.
  2. Antara Azan dan Iqamah
    Berdasarkan hadis riwayat Ahmad, doa yang dipanjatkan di sela-sela azan dan iqamah tidak akan ditolak. Meski singkat, momen ini memiliki keberkahan yang besar.
  3. Ketika Turun Hujan
    Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa saat hujan turun adalah waktu yang penuh rahmat. Berdoa di bawah rintik hujan membawa keberkahan dan peluang terkabul yang lebih besar.
  4. Hari Jumat
    Rasulullah SAW menjelaskan bahwa di hari Jumat terdapat satu waktu istimewa ketika doa seorang muslim pasti dikabulkan. Waktu ini diyakini berada pada sore hari menjelang magrib, khususnya setelah salat Ashar.
  5. Saat Sujud dalam Shalat
    Momen sujud adalah saat terdekat seorang hamba dengan Tuhannya. Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak doa ketika sujud, karena kedekatan ini menjadikan doa lebih mustajab.
  6. Setelah Shalat Fardhu
    Usai melaksanakan shalat wajib, dianjurkan untuk memanjatkan doa dengan hati yang tenang dan khusyuk. Waktu ini menjadi salah satu kesempatan emas untuk memohon kepada Allah SWT.

Dengan memanfaatkan waktu-waktu mustajab ini, doa untuk meluluhkan hati orang tua dapat disampaikan dalam kondisi spiritual terbaik. Selain menunjukkan kesungguhan, hal ini juga menjadi bentuk kepasrahan total kepada Allah SWT dalam mengharapkan restu dan ridha-Nya.

Adab Berdoa untuk Meluluhkan Hati Orang Tua

Dalam Islam, doa tidak hanya sekadar rangkaian kata permohonan, tetapi juga ibadah yang memiliki tata cara dan etika tertentu. Memperhatikan adab ketika memanjatkan doa, termasuk doa untuk meluluhkan hati orang tua, akan meningkatkan kualitas dan keberkahannya.

Berikut beberapa adab penting yang dianjurkan:

  1. Niat yang Ikhlas dan Tujuan yang Baik
    Doa harus dipanjatkan semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk tujuan yang merugikan atau menyakiti pihak lain. Niat harus terbebas dari unsur negatif seperti dendam, iri hati, atau keinginan menguasai.
  2. Berada dalam Keadaan Suci
    Sebaiknya berdoa setelah berwudu dan dalam keadaan suci, menghadap kiblat. Hal ini menunjukkan penghormatan kepada Allah SWT sekaligus keseriusan dalam memohon.
  3. Mengawali dengan Pujian dan Shalawat
    Sebelum menyampaikan permohonan, awali doa dengan memuji Allah SWT, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan menyadari kelemahan diri sebagai hamba.
  4. Bertobat dan Memohon Ampunan
    Sebelum berdoa, hendaknya membersihkan diri dari dosa dengan bertobat dan memohon ampun. Hati yang bersih akan membuat doa lebih tulus dan mudah dikabulkan.

Penelitian yang dimuat dalam International Journal of Islamic Thought oleh Universiti Kebangsaan Malaysia (2021) menegaskan bahwa etika berdoa dalam Islam menekankan aspek spiritual dan moral yang tinggi. Doa adalah dialog suci antara hamba dan Khaliq, sehingga harus disampaikan dengan kesadaran penuh akan kebesaran-Nya.

Dengan mematuhi adab ini, doa untuk meluluhkan hati orang tua akan memiliki makna yang lebih dalam dan peluang terkabul yang lebih besar.

Upaya Nyata untuk Meluluhkan Hati Orang Tua

Selain berdoa, Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan ikhtiar lahiriah—langkah-langkah praktis yang dapat membantu meluluhkan hati seseorang, termasuk orang tua yang belum memberikan restu. Usaha nyata ini menjadi pelengkap dari ikhtiar batin yang dilakukan melalui doa.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  1. Berperilaku Santun, Jujur, dan Amanah
    Sikap santun, kejujuran, dan amanah sering kali lebih menyentuh hati dibanding sekadar kata-kata manis. Tunjukkan kematangan pribadi serta rasa tanggung jawab melalui perilaku sehari-hari.
  2. Memberikan Hadiah dan Perhatian
    Rasulullah SAW bersabda: “Saling memberi hadiahlah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari). Hadiah sederhana namun tulus dapat menumbuhkan kasih sayang dan menunjukkan kepedulian.
  3. Mendengarkan dengan Empati
    Jadilah pendengar yang baik dan tunjukkan empati terhadap perasaan orang tua. Memahami kekhawatiran mereka dengan sabar dapat membuka ruang dialog yang lebih hangat.
  4. Bersabar dan Istiqamah
    Meluluhkan hati membutuhkan waktu. Hindari sikap terburu-buru atau memaksa. Tetaplah konsisten dan sabar dalam menunjukkan niat baik.
  5. Bersikap Rendah Hati
    Kesombongan adalah sikap yang dibenci dalam Islam. Rendah hati akan membuat orang lain merasa lebih nyaman, terbuka, dan mau menerima kehadiran kita.
  6. Menghormati dan Mematuhi Keluarga
    Perhatikan harapan dan nasihat keluarga selama tidak bertentangan dengan syariat. Kepatuhan kepada orang tua dan keluarga adalah bagian dari adab dalam memperjuangkan hubungan.

Menggabungkan doa yang tulus dengan tindakan nyata yang baik akan memberikan hasil yang lebih optimal dalam meraih restu. Dengan kesabaran, konsistensi, dan niat yang ikhlas, insyaAllah hati yang keras pun dapat menjadi lembut.

Kekuatan Doa dalam Meluluhkan Hati Menurut Sejarah Islam

Dalam sejarah Islam, terdapat banyak kisah yang menegaskan bahwa doa adalah senjata ampuh seorang mukmin. Doa tidak hanya menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana untuk melembutkan hati seseorang—termasuk dalam konteks memohon restu orang tua.

Kisah-Kisah Teladan dalam Meluluhkan Hati

  1. Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis
    Dalam surah An-Naml, diceritakan bagaimana Nabi Sulaiman AS mengajak Ratu Bilqis kepada kebenaran melalui hikmah, kelembutan, dan doa. Pendekatan beliau menunjukkan bahwa kelembutan hati sering kali lahir dari kebijaksanaan yang disertai doa.
  2. Nabi Ibrahim AS dan Kaumnya
    Walaupun kaumnya menolak keras ajakan kepada tauhid, Nabi Ibrahim AS tidak berhenti berdoa bagi kebaikan mereka. Kesabaran beliau menjadi contoh bahwa doa dapat menembus penolakan yang paling keras.
  3. Rasulullah SAW dalam Dakwahnya
    Rasulullah SAW menghadapi banyak tantangan dari kaumnya, namun beliau menanggapi dengan kesabaran, akhlak mulia, dan doa. Allah SWT menegaskan dalam Ali Imran ayat 159: “Maka dengan rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.”

Doa-Doa yang Dianjurkan untuk Melembutkan Hati

  1. Doa Nabi Daud AS
    Diriwayatkan dalam buku Setiap Doa Pasti Allah Kabulkan (Abu Ezza, 2012:27), doa ini dapat diamalkan untuk melembutkan hati: اللَّهُمَّ لَيِّنْ لِي قَلْبَهُ، لَيِّنْتَ لِدَاوُدَ الْحَدِيدَ
    Allahumma laiyin li qalbahu, laiyinta li Daudal hadid.
    Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan besi bagi Daud.”
  2. Doa Meluluhkan Hati dari Jarak Jauh اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَبِيرُ…
    Allaahumma innaka antal azizul kabir… (teks lengkap seperti di atas)
    Doa ini dianjurkan ketika ingin meluluhkan hati seseorang yang berada jauh dari kita, termasuk orang tua.
  3. Doa untuk Orang yang Membenci Kita
    Dikutip dari Tuntunan Lengkap Rukun Islam & Doa (Syarif Hidayatullah), doa ini dipanjatkan agar Allah melembutkan hati orang yang membenci kita: الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ…
    Alhamdulillahi ala kulli halin… (teks lengkap seperti di atas)

Pelajaran yang Dapat Diambil

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, kisah para nabi menunjukkan bahwa kesabaran, doa, dan hikmah adalah kunci utama untuk meluluhkan hati manusia yang keras. Maka, doa yang dipanjatkan anak kepada Allah untuk meluluhkan hati orang tua yang belum merestui hubungan memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam.

Doa Agar Dagangan Laris dan Usaha Mendapat Keberkahan

stylesphere – Dalam menjalankan usaha, selain strategi dan kerja keras, penting bagi seorang muslim untuk memulai dengan doa sebagai bentuk pengharapan dan tawakal kepada Allah SWT. Doa tidak hanya membuka pintu keberkahan, tapi juga memperkuat niat baik serta ketabahan dalam menghadapi tantangan bisnis.

Berikut dua doa yang bisa diamalkan sebelum dan selama menjalankan usaha agar dagangan laris, bisnis berkembang, dan dilimpahi keberkahan:

1. Doa Sebelum Berdagang atau Memulai Usaha

📖 Lafal Arab:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ

📜 Latin:

Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāhi lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhim.

💬 Artinya:

“Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

Doa ini baik dibaca setiap kali hendak memulai usaha, membuka toko, atau menjajakan dagangan. Sebagai bentuk tawakal, doa ini menanamkan keyakinan bahwa segala usaha harus disandarkan pada kekuatan Allah SWT.

2. Doa untuk Memohon Keberkahan dan Kemajuan Bisnis

Doa ini diambil dari rangkaian ayat dalam Surah Al-Hasyr ayat 22–24, yang memuat nama-nama Allah (Asmaul Husna) dan dianjurkan untuk dibaca sebagai bentuk pengagungan terhadap-Nya dan permohonan keberkahan dalam segala usaha.

📖 Lafal Arab:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

📜 Latin:

Huwallāhul-lażī lā ilāha illā huw(a), ‘ālimul-gaibi wasy-syahādah(ti), huwar-raḥmānur-raḥīm(u).
Huwallāhul-lażī lā ilāha illā huw(a), al-malikul-quddūsus-salāmul-mu’minul-muhaiminul-‘azīzul-jabbārul-mutakabbir(u), subḥānallāhi ‘ammā yusyrikūn(a).
Huwallāhul-khāliqul-bāri’ul-muṣawwiru lahul-asmā’ul-ḥusnā, yusabbiḥu lahū mā fis-samāwāti wal-arḍ(i), wa huwal-‘azīzul-ḥakīm(u).

💬 Artinya:

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Mahasejahtera, Pemberi keamanan, Pemelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah, Sang Pencipta, Sang Pembentuk, Yang Maha Membentuk rupa. Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

Ayat ini diyakini mengandung Asmaul Husna yang memiliki keutamaan luar biasa, dan sangat baik dibaca untuk memohon pertolongan Allah SWT agar usaha diberi keberkahan, kemajuan, dan kesuksesan.

1. Doa Sebelum Berdagang atau Memulai Usaha

Sebelum memulai usaha, seorang Muslim dianjurkan untuk bertawakal kepada Allah SWT. Berikut bacaan doa yang dapat diamalkan:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ
Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīm.

Artinya:
“Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

2. Doa Agar Bisnis Berkah, Maju, dan Sukses

Ayat-ayat berikut mengandung nama-nama Allah yang agung dan sangat dianjurkan dibaca untuk memohon keberkahan usaha:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ… (Surah Al-Hasyr: 22–24)
Huwallāhul-lażī lā ilāha illā huw(a)…

Artinya:
“Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan nyata, Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Maha Sejahtera, Pemberi Keamanan, Maha Mengawasi, Maha Perkasa, Maha Kuasa, dan Pemilik Keagungan. Maha Suci Allah dari segala yang mereka persekutukan. Dialah Allah, Pencipta, Pembuat, dan Pembentuk rupa. Bagi-Nya nama-nama terbaik. Segala yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

3. Doa Agar Dagangan Laris dan Menguntungkan

Doa ini memohon kepada Allah SWT agar diberikan rezeki yang luas tanpa kesulitan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا…
Allāhumma innī as-aluka an tarzuqanī rizqan ḥalālan wāsi’an ṭayyiban…

Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal, luas, dan baik, tanpa susah payah, tanpa beban, tanpa kesulitan, dan tanpa kelelahan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

4. Doa Agar Berhasil dalam Berdagang

Untuk kesuksesan yang menyeluruh dalam berdagang, doa berikut dapat dibaca dengan penuh harap:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ صِحَّةً فِي إِيْمَانٍ…
Allāhumma innī as-aluka ṣiḥḥatan fī īmānin…

Artinya:
“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kesehatan dalam keimanan, iman yang disertai akhlak mulia, kesuksesan yang diikuti dengan keberuntungan, serta curahan rahmat, keselamatan, ampunan, dan ridha-Mu.”

5. Doa Agar Dagangan Laris dan Mendatangkan Banyak Keuntungan

Doa ini berisi seruan kepada nama-nama Allah yang indah untuk memohon limpahan rezeki:

اللَّهُمَّ يَا أَحَدُ يَا وَاحِدُ يَا مَوْجُودُ…
Allāhumma yā Aḥad, yā Wāḥid, yā Mawjūd…

Artinya:
“Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu. Wahai Dzat Yang Maujud, Maha Pemurah, Maha Dermawan, Maha Luas Pemberian, Maha Kaya, Maha Pemberi, Maha Pembuka Rezeki, Maha Mengetahui, Maha Hidup, Maha Mengurus, Maha Penyayang, Maha Pengasih, Pencipta langit dan bumi, Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, Dzat Yang Maha Pemurah lagi Maha Pemberi. Limpahkanlah kepadaku anugerah kebaikan dari sisi-Mu yang membuatku tak lagi bergantung kepada selain Engkau.”

Perdagangan dalam Sejarah Islam: Jejak Profesi Para Nabi

Dalam Islam, berdagang bukanlah sekadar profesi biasa. Sejak dahulu, aktivitas ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan umat manusia—bahkan para nabi pun dikenal memiliki latar belakang sebagai pekerja keras di bidang perdagangan dan keahlian tangan.

Nabi Muhammad SAW sendiri adalah contoh nyata pedagang yang sukses sebelum diangkat menjadi rasul. Kejujuran, amanah, dan integritas beliau dalam berniaga membuatnya sangat dihormati di kalangan masyarakat Quraisy. Saking dipercayanya, Khadijah RA—seorang saudagar wanita yang kaya dan terpandang—menyerahkan urusan perdagangannya kepada Rasulullah, hingga akhirnya mereka menikah.

Dalam buku Hukum Bisnis Syariah karya Dr. Mardani disebutkan bahwa profesi berdagang termasuk salah satu pekerjaan paling tua di dunia. Para nabi terdahulu pun bekerja keras untuk menghidupi diri mereka. Misalnya, Nabi Daud dikenal sebagai pandai besi, Nabi Idris seorang penjahit, dan Nabi Musa pernah menjadi penggembala kambing.

Rasulullah SAW juga memberikan perhatian khusus pada etika dalam perdagangan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:

“Jika keduanya (penjual dan pembeli) jujur dan terbuka, maka Allah akan memberkahi jual beli mereka. Namun jika mereka berdusta dan menyembunyikan, maka keberkahan jual beli itu akan hilang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah menegaskan pentingnya bekerja keras:

“Sebaik-baik penghasilan adalah dari pekerjaan tangan sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (jujur dan halal).” (HR. Ahmad dan Thabrani)

Meski hadits populer yang berbunyi “sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan” tergolong lemah (dha’if) menurut sebagian ulama, namun nilai motivatifnya tetap bisa diambil. Intinya, berdagang memang merupakan salah satu jalan terbuka untuk memperoleh rezeki yang luas—selama dijalankan dengan cara yang halal, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Doa untuk Perempuan yang Sedang Sakit, Wujud Empati dan Ibadah Penuh Makna

Stylesphere – Sakit merupakan bagian dari ujian hidup yang hampir pasti dialami oleh setiap manusia. Dalam ajaran Islam, sakit tidak hanya dipandang sebagai gangguan fisik semata, tetapi juga sebagai pengingat dari Allah SWT agar manusia kembali merenungi keterbatasannya dan memperkuat ketergantungannya kepada Sang Pencipta.

Ketika seseorang yang kita kenal, terutama seorang perempuan, tengah diuji dengan sakit, maka mendoakannya adalah bentuk empati yang sangat dianjurkan. Selain sebagai ungkapan kasih sayang dan kepedulian, doa juga menjadi media spiritual untuk memohonkan kesembuhan dari Allah SWT.

Anjuran Mendoakan Orang Sakit dalam Islam

Mendoakan orang sakit merupakan amalan mulia yang memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Dalam hadis riwayat Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah, disebutkan bahwa mendoakan orang sakit termasuk salah satu dari lima hak seorang Muslim atas Muslim lainnya. Hak-hak tersebut mencakup:

  1. Menjawab salam
  2. Memenuhi undangan
  3. Mengiringi jenazah
  4. Mendoakan orang yang bersin
  5. Menjenguk dan mendoakan orang sakit

Dalam buku Fiqih Ibadah bagi Orang Sakit dan Bepergian karya Enang Hidayat, dijelaskan bahwa menjenguk dan mendoakan orang sakit merupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, karena dapat menguatkan hubungan antarsesama dan menjadi sarana memperbanyak doa-doa yang mustajab.

Doa: Pengakuan Hamba kepada Sang Penyembuh

Berdoa bagi orang yang sedang sakit sejatinya merupakan pengakuan bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kuasa untuk menyembuhkan. Doa bukan sekadar ucapan, tetapi juga bentuk ibadah yang penuh makna dan ketulusan.

Mendoakan perempuan yang sedang sakit, baik itu keluarga, teman, maupun tetangga, menjadi wujud kepedulian dan cinta dalam Islam. Lebih dari itu, doa tersebut menjadi pengantar harapan agar Allah meringankan penderitaannya dan mengembalikan kesehatannya.

Berikut adalah kumpulan doa untuk perempuan yang sedang sakit, sebagaimana dirangkum oleh Anugerahslot, Sabtu (5/7/2025).

Doa untuk Perempuan yang Sedang Sakit Beserta Amalan agar Cepat Sembuh

Sakit bukan sekadar kondisi fisik, tapi juga ujian iman dan keteguhan hati. Dalam ajaran Islam, ketika seseorang—terutama perempuan—sedang sakit, kita dianjurkan untuk mendoakannya sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian sesama Muslim. Doa menjadi bukti bahwa kita percaya hanya Allah-lah yang mampu memberikan kesembuhan sejati.

Berikut ini beberapa doa untuk perempuan yang sedang sakit, mulai dari yang singkat hingga yang lengkap, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.

1. Doa Singkat untuk Perempuan yang Sakit (Langsung Ditujukan)

اَللّٰهُ يَشْفِيْكِ
Syafakillah
Artinya: “Semoga Allah menyembuhkanmu.”

Doa ini diucapkan langsung kepada perempuan yang sedang sakit. Namun jika disebutkan kepada orang lain (pihak ketiga), bentuknya berubah:

  • Syafahallah – untuk satu perempuan yang sedang sakit, dibicarakan kepada orang lain.
  • Syafahunnallah – untuk lebih dari satu perempuan yang sakit.

2. Doa Lengkap untuk Kesembuhan

شَفَاكِ اللَّهُ لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Syafakillah laa ba’sa, thohurun insyaaAllah
Artinya: “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu. Tidak mengapa, Insya Allah sakitmu ini menjadi penghapus dosa.”

Doa ini sering diucapkan sebagai bentuk penghiburan sekaligus harapan bahwa sakit yang dialami akan membawa kebaikan.

3. Doa Rasulullah SAW untuk Orang Sakit

Diriwayatkan dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, Rasulullah SAW sering membaca doa berikut saat menjenguk orang sakit:

اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allaahumma rabbannaas, adzhibil ba’sa, isyfii antasy-syaafii, laa syifaa’a illaa syifaa’uka, syifaa’an laa yughaadiru saqamaa
Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah dia. Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit sedikit pun.”

4. Doa Tambahan Khusus untuk Perempuan

اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَتَكَ، يَا شَافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allahumma isyfii ‘abdataka, yaa Syaafii, laa syifaa-a illa syifaa-uka, syifaa-an laa yughaadiru saqamaa
Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah hamba perempuan-Mu ini, wahai Yang Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain dari-Mu. Kesembuhan yang sempurna, yang tidak menyisakan sakit sedikit pun.”

Amalan yang Dianjurkan Agar Cepat Sembuh

Selain doa, Islam juga menganjurkan beberapa amalan yang dapat dilakukan oleh orang yang sedang sakit untuk mempercepat proses kesembuhan. Berikut di antaranya:

1. Ikhtiar dengan Pengobatan

Berobat adalah bentuk usaha dan tidak bertentangan dengan tawakal. Rasulullah SAW bersabda:

“Berobatlah, wahai hamba Allah, karena Allah tidak menciptakan suatu penyakit kecuali juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu tua.” (HR Ahmad)

Ikhtiar ini mencakup memeriksakan diri ke dokter, mengonsumsi obat, beristirahat cukup, dan menjaga pola makan yang sehat.

2. Memperbanyak Doa dan Dzikir

Doa adalah bentuk tawakal, dan dzikir menenangkan hati. Beberapa dzikir yang dianjurkan:

  • Istighfar – memohon ampun atas dosa-dosa.
  • Ya Shafi (يا شافي) – salah satu Asmaul Husna yang artinya Yang Maha Menyembuhkan.

3. Bersedekah

Sedekah diyakini sebagai salah satu wasilah kesembuhan. Rasulullah SAW bersabda:

“Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR Thabrani & Baihaqi)

Memberi kepada yang membutuhkan, seperti fakir miskin atau anak yatim, menjadi sarana harapan agar Allah SWT menurunkan pertolongan-Nya.

4. Bersabar dan Bertawakal

Kesabaran saat sakit adalah bentuk ibadah yang sangat bernilai. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi SAW berkata kepada seorang perempuan yang sakit:

“Jika kamu bersabar, kamu akan masuk surga. Tetapi jika kamu ingin, aku akan mendoakan kesembuhan untukmu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Penutup

Mendoakan dan merawat perempuan yang sedang sakit tidak hanya bentuk kasih sayang, tapi juga ibadah yang dianjurkan oleh syariat. Doa-doa yang tulus, disertai usaha dan kesabaran, menjadi kombinasi terbaik dalam menjemput kesembuhan atas izin Allah SWT.

Doa Belajar Islam Lengkap Dengan Bahasa Arab dan Latin

Doa Belajar Islam Lengkap Dengan Bahasa Arab dan Latin

Stylesphere – Belajar adalah bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Islam memandang menuntut ilmu sebagai kewajiban, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” Namun, keberhasilan dalam belajar tidak hanya ditentukan oleh usaha, tetapi juga oleh doa dan keberkahan dari Allah SWT.

Doa belajar dalam Islam bukan sekadar bacaan, tetapi bentuk tawakal dan pengakuan bahwa semua ilmu bersumber dari Allah. Doa ini dapat dibaca sebelum dan sesudah belajar, dengan tujuan agar proses belajar diberi kemudahan, pemahaman yang mendalam, serta ilmu yang bermanfaat.

Doa Sebelum Belajar
اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا
Allahumma infa’nii bimaa ‘allamtanii wa ‘allimnii maa yanfa’ unii wa zidnii ‘ilmaa
Artinya: “Ya Allah, berikanlah manfaat dari ilmu yang Engkau ajarkan padaku, ajarkanlah ilmu yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah kepadaku ilmu.”

Doa Sesudah Belajar
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ
Alhamdulillahil ladzi hadana lihaza wama kunna linahtadiya laula an hadanallah
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada kami atas ini, dan tidaklah kami mendapat petunjuk kalau bukan karena petunjuk Allah.”

Dengan mengiringi ikhtiar belajar dengan doa, seorang muslim tidak hanya mengandalkan kemampuannya, tetapi juga memohon pertolongan dari Zat yang Maha Mengetahui. Ini adalah kunci untuk mendapatkan ilmu yang tidak hanya bermanfaat di dunia, tetapi juga menjadi cahaya di akhirat.

Doa Belajar Lengkap dalam Islam

Sebelum memulai belajar, dianjurkan membaca doa untuk memohon kemudahan, pemahaman, dan keberkahan ilmu. Berikut beberapa doa belajar lengkap dengan Arab, latin, dan artinya:

1. Doa Memohon Ilmu, Pemahaman, dan Kesalehan

Arab:
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Latin:
Robbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa, waj’alnii minash-sholihiin

Artinya:
“Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku, berilah aku pemahaman, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang saleh.”

2. Doa Memohon Keterbukaan dan Cahaya Ilmu

Arab:
اَللّٰهُمَّ اخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهْمِ…

Latin:
Allahumma akhrijnaa min dhulumaatil wahmi…

Artinya:
“Ya Allah, keluarkanlah kami dari gelapnya keraguan, muliakanlah kami dengan cahaya pemahaman, bukakanlah jalan ilmu, dan mudahkanlah karunia-Mu untuk kami.”

3. Doa Nabi Musa AS untuk Kelancaran dan Pemahaman

Arab:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي…

Latin:
Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii…

Artinya:
“Ya Rabbku, lapangkan dadaku, mudahkan urusanku, dan lancarkan lisanku agar mereka memahami perkataanku.”

4. Doa Belajar dengan Landasan Iman

Arab:
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا…

Latin:
Rodlitu billahi robba, wabi islaamidina…

Artinya:
“Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabiku. Ya Allah, tambahkanlah ilmuku dan berilah aku pemahaman.”

Doa-doa ini bisa dibaca sebelum belajar sebagai bentuk ikhtiar batin agar ilmu yang dicari bermanfaat dan penuh keberkahan.

Lanjutan Doa Belajar Islam

Doa 5 – Memohon Ilham dan Pemahaman seperti Para Nabi

Arab:
اَللّٰهُمَّ اَلْهِمْنَا عِلْمًا… وَارْزُقْنَا فَهْمًا…
Latin:
Allahumma alhimna ‘ilman nafqahu bihi awamiraka wa nawahi-ka…
Artinya:
“Ya Allah, ilhamkan kepada kami ilmu untuk memahami perintah dan larangan-Mu. Karuniakan pemahaman agar kami tahu bagaimana bermunajat kepada-Mu. Anugerahkan pemahaman seperti Nabi, hafalan seperti Rasul, dan ilham seperti malaikat-Mu yang dekat dengan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih.”

Doa ini menekankan pentingnya memahami ajaran agama secara utuh dan dalam.

Doa 6 – Perlindungan dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat

Arab:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ…
Latin:
Allahumma inni a’udzu bika min ‘ilmin la yanfa’u…
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan.”

Doa ini mengajarkan pentingnya fokus pada ilmu dan ibadah yang berdampak positif.

Doa 7 – Memohon Ilmu yang Bermanfaat

Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ…
Latin:
Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an wa a’udzu bika min ‘ilmin la yanfa’u.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon ilmu yang bermanfaat dan berlindung dari ilmu yang tidak berguna.”

Doa pendek ini sangat cocok diamalkan setiap memulai belajar.

oa 8 – Memohon Ilmu, Rezeki, dan Amal yang Diterima

Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ…
Latin:
Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqan tayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.
Artinya:
“Ya Allah, aku mohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima.”

Doa ini menyeimbangkan aspek spiritual, materi, dan amal dalam kehidupan seorang penuntut ilmu.

Doa-doa ini bisa diamalkan sebelum belajar atau saat menghadapi kesulitan memahami pelajaran. Masing-masing mengajarkan pentingnya ilmu yang berkah, hati yang lapang, dan amal yang diterima oleh Allah SWT.

Kabar Duka Titiek Puspa Meninggal, Ini Doa Untuk Jenazah Perempuan

Kabar Duka Titiek Puspa Meninggal, Ini Doa Untuk Jenazah Perempuan

Stylesphere – Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi legendaris Titiek Puspa meninggal dunia di usia 87 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 10 April 2025, pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Pada hari wafatnya, Titiek Puspa sempat tampil dalam sebuah program televisi swasta. Setelah acara, ia dilaporkan pingsan dan mengalami pendarahan otak. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Putri sulungnya, Pety Tunjungsari, sempat memohon doa dari publik untuk kesembuhan ibundanya.

“Kepada seluruh pecinta ibu Titiek Puspa di Indonesia, saya mohon doanya. Saya juga mohon maaf apabila ibu saya pernah mengucapkan sesuatu yang mungkin tidak berkenan. Semoga semua berjalan sesuai kehendak Allah SWT. Aamiin,” ujar Pety, dikutip dari kanal Showbiz Stylesphere.com.

Kepergian Titiek Puspa meninggalkan duka mendalam. Banyak tokoh publik, selebritas, dan warganet menyampaikan belasungkawa. Salah satunya, akun Instagram @haikaladlin_ menulis, “Eyang, selamat jalan. Semoga Allah menerima dan menempatkanmu di sisi terbaik-Nya.”

Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk mendoakan mereka yang telah berpulang. Berikut adalah doa untuk jenazah perempuan yang dapat dibaca:

Doa Untuk Perempuan Yang Telah Meninggal

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا، وَارْحَمْهَا، وَعَافِهَا، وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sehatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkan kuburnya, bersihkan dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkan dia dari dosa sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Gantikan rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik. Masukkan dia ke dalam surga, lindungi dia dari siksa kubur dan siksa api neraka.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal baik Titiek Puspa dan menempatkannya di sisi-Nya yang paling mulia. Aamiin.

Doa Saat Mendengar Orang Meninggal

Berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan saat mendengar kabar duka atau seseorang meninggal dunia, sebagaimana dikutip dari situs PCNU Sumenep:

Doa saat mendengar kabar duka:

إِنَّا للهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللهُمَّ أَجِرْنِيْ فِي مُصِيْبَتِيْ وَاخْلُفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dari musibah ini dan gantilah dengan yang lebih baik.”

إِنَّا للهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنَقَلِبُوْنَ، اللّهمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي عِلِّيِّيْنَ وَاخْلُفْهُ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِيْنَ وَلَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, catatkanlah ia sebagai orang yang berbuat baik, tempatkan catatan amalnya di surga yang tinggi, berilah pengganti terbaik untuk keluarganya, karuniakan kami pahala darinya dan jangan timpakan fitnah setelah kepergiannya.”

Doa takziyah (menghibur keluarga yang ditinggal):

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ
“Semoga Allah melipatgandakan pahala untukmu, memberimu penghiburan yang baik, dan mengampuni dosa orang yang telah meninggal.”

Membaca doa-doa ini adalah bentuk empati dan dukungan spiritual kepada keluarga yang berduka, serta pengingat akan kepulangan kita semua kepada Allah SWT.