Zakat Fitrah dan Kewajiban bagi Orang yang Berutang

Stylesphere – Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim sebagai bentuk penyucian diri dan wujud kepedulian terhadap sesama.

Secara umum, zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok atau sejumlah uang yang setara, dengan tujuan membantu mereka yang membutuhkan agar dapat merayakan Idul Fitri dengan kebahagiaan yang sama.

Namun, di tengah kondisi ekonomi yang sulit, banyak yang merasa ragu apakah mereka tetap diwajibkan membayar zakat fitrah, terutama bagi mereka yang memiliki utang.

Pertanyaannya, jika seseorang memiliki utang yang jatuh tempo bersamaan dengan kewajiban membayar zakat fitrah, mana yang harus didahulukan?

Dalam hal ini, Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan pandangannya mengenai kewajiban zakat fitrah bagi mereka yang sedang dalam keadaan berutang.

Zakat Fitrah Menurut Buya Yahya

Buya Yahya menjelaskan bahwa zakat fitrah memiliki tujuan utama untuk membersihkan jiwa, sehingga kewajiban ini berlaku bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat, tanpa terkecuali.

“Zakat fitrah bertujuan untuk menyucikan jiwa kita. Oleh karena itu, zakat ini wajib bagi semua orang, termasuk anak kecil dan orang dewasa, baik yang kaya maupun miskin. Syaratnya adalah di hari raya ia memiliki cukup makanan untuk dirinya sendiri. Jika kebutuhan hari itu tercukupi, maka wajib mengeluarkan zakat fitrah sebesar 2,5 kg beras per orang,” jelas Buya Yahya, dikutip dari YouTube Buya Yahya.

Namun, dalam kehidupan sehari-hari, seseorang bisa dihadapkan pada situasi sulit, seperti memiliki utang yang harus dibayar pada waktu tertentu. Dalam kondisi ini, apakah ia tetap wajib membayar zakat fitrah?

Buya Yahya menjawab, “Jika benar-benar tidak memiliki sisa harta karena harus membayar utang, maka tidak wajib membayar zakat fitrah. Namun, jika utangnya belum jatuh tempo atau ingin membayar zakat dengan berutang terlebih dahulu, itu tetap sah.”

Dengan demikian, prioritas utama adalah memastikan kebutuhan dasar terpenuhi. Jika seseorang memiliki kemampuan meskipun terbatas, maka membayar zakat fitrah tetap dianjurkan, bahkan jika harus mengutang.

Penjelasan Membayar Zakat Fitrah

Islam memberikan kelonggaran bagi mereka yang ingin menunaikan zakat fitrah, meskipun sedang dalam keterbatasan finansial. Seseorang diperbolehkan meminjam uang untuk membayar zakat fitrah, asalkan tidak terbebani oleh utang tersebut.

Buya Yahya menjelaskan, “Misalnya, seseorang memiliki uang tetapi baru akan tersedia setelah hari raya. Saat ini, ia benar-benar tidak punya uang sama sekali. Jika ia ingin mengutang untuk membayar zakat fitrah, itu sah dan diperbolehkan, meskipun tidak diwajibkan,” ujar Buya Yahya, dikutip dari YouTube Buya Yahya.

Namun, bagi mereka yang benar-benar tidak memiliki apa pun pada hari raya, sehingga bahkan tidak mampu mencukupi kebutuhan dasar, maka kewajiban zakat fitrah tidak berlaku baginya.

“Jika seseorang memiliki utang yang jatuh tempo dan harus segera dibayar, sementara jika membayar zakat fitrah ia tidak memiliki uang atau makanan untuk hari itu, maka ia tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah,” pungkas Buya Yahya.

Kesimpulannya, zakat fitrah tetap wajib bagi yang mampu, tetapi bagi yang benar-benar tidak memiliki apa-apa, Islam memberikan keringanan. Jika ingin membayar zakat dengan cara berutang, hal itu dibolehkan dan sah, selama tidak memberatkan diri sendiri.

Apakah Boleh Pakai Bahasa Indonesia Saat Berdoa Sujud?

Stylesphere – Setiap Muslim diperintahkan untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Berdoa merupakan bentuk penghambaan yang menunjukkan bahwa seseorang selalu melibatkan Allah dalam hidupnya dan menyadari bahwa tanpa-Nya, ia tidak mampu berbuat apa-apa.

Agar doa lebih mudah dikabulkan, sebaiknya memanfaatkan waktu-waktu mustajab. Berdoa pada waktu-waktu tersebut memiliki peluang besar untuk diterima oleh Allah SWT.

Salah satu waktu mustajab yang dianjurkan adalah saat sujud dalam sholat, karena pada saat itu seorang hamba berada dalam posisi paling dekat dengan Allah SWT.

Ulama kharismatik Ustadz Abdul Somad (UAS) menyarankan umat Islam untuk memperbanyak doa saat sujud terakhir dalam sholat. Mengenai bahasa yang digunakan dalam doa, UAS menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pendapat (khilaf) di kalangan ulama.

“Pertama, doa berbahasa Arab. Kedua, doa yang ma’tsur (terdapat dalam Al-Qur’an dan sunnah). Ketiga, doa berbahasa Indonesia,” ujar UAS, dikutip dari YouTube Ngaji From Home, Senin (10/3/2025).

Menurut UAS, ulama sepakat bahwa doa yang ma’tsur boleh dibaca saat sujud dalam sholat. Sedangkan doa berbahasa Arab masih menjadi perbedaan pendapat, di mana sebagian ulama membolehkannya, sementara sebagian lainnya tidak karena dianggap dapat membatalkan sholat.

Sementara itu, doa dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain selain Arab disepakati tidak boleh dilafalkan dalam sholat, karena bisa membatalkan sholat.

Lalu, bagaimana jika seseorang tidak hafal doa berbahasa Arab? UAS menyarankan agar tetap berdoa menggunakan bahasa Indonesia, tetapi dalam hati, tanpa dilafalkan secara lisan.

“Jangan khawatir doa tidak didengar Allah jika dibaca dalam hati. Allah Mahatahu,” tutur UAS.

Penjelasan Doa Menurut ustadz Syafiq Riza Basalamah

Pendakwah Ustadz Syafiq Riza Basalamah menyarankan umat Muslim untuk memperbanyak doa saat sujud dalam sholat. Menurut beliau, doa tidak harus dilakukan hanya pada sujud terakhir, tetapi boleh di setiap sujud dalam sholat.

Bahasa yang Digunakan Saat Berdoa dalam Sujud
Lalu, dalam bahasa apa sebaiknya doa tersebut dibaca?

Ustadz Syafiq menjelaskan bahwa doa yang paling utama adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Namun, jika seseorang tidak mengetahui doa dari sunnah, maka diperbolehkan menggunakan bahasa Arab.

Bagaimana jika seseorang tidak bisa berdoa dalam bahasa Arab? Menurut Ustadz Syafiq, sebagian ulama membolehkan doa dalam bahasa yang dipahami, seperti bahasa Indonesia.

“Kalau memang dia tidak mampu berdoa dengan bahasa Arab, maka boleh (menggunakan bahasa Indonesia). Misalnya, berdoa meminta kesembuhan: ‘Ya Allah, ana punya umi sakit, tolong sembuhkan ya Allah’,” jelas Ustadz Syafiq, dikutip dari YouTube Surau TV Official.

Namun, beliau juga menegaskan bahwa terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai hal ini. “Sebagian ulama mengharamkan, sebagian membolehkan,” tambahnya.

Bacaan Ritual Sholat Tidak Boleh Diganti
Ustadz Syafiq menekankan bahwa bacaan ritual sholat tidak boleh diganti ke bahasa lain. Misalnya, bacaan saat sujud “Subhâna Rabbiyal A’lâ wa bihamdih” tidak boleh diubah ke bahasa Indonesia.

“Tapi jika kita sedang memohon kepada Allah selain dari bacaan wajib dalam sholat, maka diperbolehkan. Maka, bagi yang tidak mampu berdoa dalam bahasa Arab, silakan menggunakan bahasa yang dipahami,” jelasnya.

Kesimpulannya, berdoa saat sujud sangat dianjurkan, dan bagi yang tidak bisa menggunakan bahasa Arab, sebagian ulama membolehkan doa dalam bahasa yang dipahami, selama itu bukan bagian dari bacaan ritual sholat.

Perbedaan Durasi Puasa Dalam Berbagai Agama

Stylesphere – Bulan Ramadan tiba, umat Muslim di Indonesia akan menjalankan ibadah puasa selama 13 hingga 14 jam setiap harinya selama sebulan penuh. Namun, tahukah kamu bahwa durasi puasa di berbagai agama berbeda-beda? Ada yang berlangsung sehari penuh, beberapa jam, bahkan tanpa durasi tetap.

Puasa Ramadan menjadi momen spiritual bagi umat Islam, dengan durasi yang bervariasi tergantung lokasi dan panjangnya siang di masing-masing wilayah. Sementara itu, umat Hindu memiliki beragam jenis puasa dengan durasi yang berbeda, mulai dari beberapa jam hingga 24 jam penuh.

Setiap agama memiliki aturan dan tujuan masing-masing dalam berpuasa, menjadikannya sebagai bentuk ibadah yang memperkuat hubungan spiritual dan melatih pengendalian diri.

Setiap agama memiliki aturan dan tujuan tersendiri dalam berpuasa, termasuk dalam hal durasi dan cara menjalankannya.

  • Umat Kristen memiliki puasa yang lebih fleksibel dalam menentukan durasi, bahkan ada yang berlangsung hingga 40 hari.
  • Umat Konghucu menjalankan dua jenis puasa, yaitu rohani dan jasmani, dengan durasi yang bervariasi.
  • Umat Buddha lebih menekankan pengendalian diri dibandingkan dengan puasa total.

Salah satu perbedaan utama antara puasa dalam Islam dan agama lain adalah adanya sahur sebelum memulai puasa. Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:

“Yang membedakan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim)

Meskipun tujuan utama puasa di berbagai agama adalah mendekatkan diri kepada Tuhan dan meningkatkan spiritualitas, cara dan durasinya sangat beragam. Berikut ini, Stylesphere merangkum perbedaan durasi puasa dalam lima agama, melansir dari berbagai sumber.

Durasi Puasa Dalam Agama Islam : Wajib dan Sunnah

Puasa dalam Islam merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Puasa Ramadan dilakukan selama satu bulan penuh (30 hari), dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Durasi puasa ini bervariasi tergantung letak geografis. Di Indonesia, pada tahun 2025, lamanya puasa diperkirakan sekitar 13-14 jam setiap harinya.

Selain puasa Ramadan, ada juga puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis. Durasi puasa sunnah ini umumnya sama dengan puasa wajib, yaitu dari fajar hingga maghrib, namun bagi sebagian orang yang menjalankan puasa sunnah tertentu, bisa dilakukan dengan durasi yang lebih fleksibel sesuai dengan niat dan kemampuan masing-masing individu.

Durasi Puasa Dalam Agama Hindu

Dalam agama Hindu, puasa atau Upawasa memiliki berbagai jenis dan durasi yang berbeda. Beberapa puasa bersifat wajib, seperti Siwaratri, yang dilakukan selama 24 jam atau lebih. Sementara itu, ada juga puasa pilihan, seperti Ekadashi, yang dilakukan sehari penuh.

Durasi puasa dalam agama Hindu sangat bervariasi, tergantung pada jenis puasa dan tradisi lokal. Beberapa puasa hanya berlangsung beberapa jam, sedangkan yang lain bisa sehari penuh atau bahkan lebih lama.

Menurut alimentarium.org, agama Hindu memiliki beberapa periode puasa yang umum dilakukan. Salah satunya adalah Ekadashi, yang dilakukan dua kali sebulan, tepat pada hari kesebelas setiap siklus bulan terbit dan terbenam. Selain itu, perayaan di awal tahun yang didedikasikan untuk menghormati Dewa Siwa juga merupakan salah satu momen penting dalam praktik puasa umat Hindu.

Durasi Puasa Dalam Agama Kristen

Dalam agama Kristen, tidak ada aturan baku mengenai durasi puasa. Puasa merupakan ibadah sukarela yang dilakukan berdasarkan kesadaran dan kehendak pribadi.

Durasi puasa dapat bervariasi, mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari, bahkan ada yang berlangsung hingga 40 hari, seperti yang dilakukan dalam masa Prapaskah.

Umat Kristen biasanya berpuasa dengan menghindari makan dan minum, atau hanya mengonsumsi makanan tertentu. Tujuan utama dari puasa dalam agama Kristen adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan merenungkan makna hidup, sebagai bentuk penguatan iman dan spiritualitas.

Durasi Puasa Dalam Konghucu

Dalam agama Konghucu, terdapat dua jenis puasa, yaitu puasa rohani dan puasa jasmani.

  • Puasa rohani berfokus pada pengendalian diri, dengan menahan diri dari perilaku buruk dan pikiran negatif.
  • Puasa jasmani berupa pantang makanan tertentu, seperti menjalani pola makan vegetarian.

Durasi puasa jasmani dalam Konghucu beragam, mulai dari sehari, beberapa hari, hingga dilakukan secara permanen. Puasa ini sering dikaitkan dengan hari-hari perayaan atau sembahyang, sebagai bentuk penghormatan dan refleksi spiritual.

Durasi Puasa Dalam Agama Buddha

Menurut reviewreligion.org, umat Buddha menjalankan puasa khusus yang dimulai pada bulan Agustus dan berlangsung selama 45 hari. Selama periode ini, mereka hanya diperbolehkan makan satu kali sehari, sementara di luar waktu makan, hanya diperbolehkan mengonsumsi cairan.

Puasa ini dilakukan dari siang hari hingga matahari terbit keesokan harinya dan umumnya dijalankan setahun sekali. Selain itu, umat Buddha juga dapat memilih untuk berpuasa pada hari-hari tertentu di luar periode tersebut.

Salah satu bentuk ibadah puasa dalam ajaran Buddha adalah Uposatha. Aturan puasa ini dapat berbeda tergantung pada aliran Buddha yang diikuti, tetapi umumnya mengikuti kalender Buddhis. Selama Uposatha, umat Buddha diperbolehkan minum, tetapi tidak diperkenankan makan.

Begini Banyaknya Air Yang Diperlukan Tubuh Saat Puasa

Stylesphere – Menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa Ramadan sangat penting, terutama dalam hal asupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi. Dehidrasi dapat mengganggu kelancaran ibadah puasa, menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti sakit kepala, kelelahan, dan gangguan konsentrasi.

Menurut Hermina Hospitals (Selasa, 4 Maret 2025), tubuh lebih rentan mengalami dehidrasi saat berpuasa karena tidak mendapatkan asupan cairan selama beberapa jam. Untuk mengatasinya, disarankan menggunakan metode 8 gelas air per hari, yaitu:

  • 3 gelas saat sahur
  • 2 gelas saat berbuka
  • 2 gelas setelah berbuka
  • 1 gelas sebelum tidur

Selain minum air putih, konsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti sayur dan buah juga membantu menjaga hidrasi tubuh. Sebaliknya, hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, soda, dan minuman berenergi, karena bersifat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine dan mempercepat kehilangan cairan tubuh.

Manfaat Minum Air untuk Metabolisme

Mengutip Times of India, minum air putih dapat meningkatkan metabolisme tubuh melalui mekanisme termogenesis yang diinduksi oleh air. Hidrasi yang baik juga membantu metabolisme lemak serta mengendalikan nafsu makan, meskipun efeknya terhadap penurunan berat badan tidak terlalu besar.

Minum air dingin diketahui dapat membakar kalori tambahan, tetapi penurunan berat badan yang signifikan tetap memerlukan pola hidup sehat, termasuk pola makan yang seimbang dan olahraga teratur.

Metabolisme mencakup berbagai reaksi kimia dalam sel tubuh, yang berperan dalam mengubah makanan menjadi energi, menjaga keseimbangan suhu tubuh, dan membantu proses pencernaan serta pembuangan zat sisa.

Dengan menjaga hidrasi yang optimal selama Ramadan, tubuh dapat tetap bugar dan ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih lancar.

Perawatan Ekstra Untuk Tubuh Selama Puasa

Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, memastikan asupan nutrisi yang cukup selama sahur juga merupakan salah satu cara menjaga kesehatan selama berpuasa. Sahur berperan penting dalam menyediakan cadangan energi yang dibutuhkan tubuh sepanjang hari.

Tips Memilih Makanan Sehat untuk Sahur

Agar energi bertahan lebih lama, disarankan untuk mengonsumsi makanan berserat tinggi, seperti buah dan sayur. Selain itu, pilihlah karbohidrat kompleks sebagai sumber energi yang lebih stabil, seperti:

  • Nasi merah
  • Roti gandum utuh
  • Oatmeal
  • Kentang
  • Pasta

Beberapa penelitian juga merekomendasikan makanan tinggi protein dan lemak sehat, seperti telur, alpukat, dan kacang-kacangan, karena penyerapan nutrisinya lebih lambat, sehingga membantu menjaga cadangan energi lebih lama sepanjang hari.

Makan sahur dalam porsi yang cukup juga dapat membantu mencegah rasa mengantuk berlebihan di siang hari.

Makanan yang Dianjurkan saat Berbuka Puasa

Saat berbuka, mulailah dengan air putih dan sedikit makanan manis untuk mengembalikan energi tubuh secara perlahan.

Salah satu pilihan terbaik adalah tiga butir kurma, karena:
Sumber energi alami
Tinggi serat, baik untuk pencernaan
Membantu menghindari lonjakan kadar gula darah secara drastis

Dengan memperhatikan pola makan sehat saat sahur dan berbuka, tubuh akan tetap kuat dan bugar dalam menjalani ibadah puasa dengan optimal.

Tips Tidur Yang Baik di Bulan Puasa

Stylesphere – Memasuki bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa. Perubahan waktu sahur dan berbuka sering kali memengaruhi pola aktivitas harian, termasuk jam tidur.

Padahal, tidur yang berkualitas sangat penting agar tubuh tetap segar dan bugar selama menjalankan puasa. Dengan menjaga kebiasaan tidur yang baik, Anda dapat menjalani ibadah dengan penuh energi dan semangat.

Selama Ramadan, waktu tidur malam cenderung berkurang karena harus bangun lebih pagi untuk sahur. Jika pola tidur tidak diatur dengan baik, hal ini dapat menyebabkan kurang tidur, yang berdampak pada rasa lemas, kurang fokus, dan menurunnya daya tahan tubuh.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara istirahat, hidrasi, dan asupan nutrisi yang baik agar puasa tetap berjalan dengan lancar.

Dalam rangka memperingati Hari Tidur Sedunia, Samsung membagikan beberapa tips tidur berkualitas agar Anda tetap bisa beristirahat dengan optimal meskipun jadwal tidur berubah selama Ramadan.

Dengan memahami pola tidur dan menerapkan kebiasaan istirahat yang sehat, Anda dapat memperoleh tidur yang lebih baik dan bangun dengan tubuh yang lebih segar keesokan harinya.

Beberapa Cara Tidur Yang Baik di Bulan Puasa

  • Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Dengan pembaruan terbaru aplikasi Samsung Healt, pengguna kini dapat memperoleh wawasan mengenai berbagai faktor yang memengaruhi tidur, seperti suhu ruangan, kelembapan, kualitas udara, hingga intensitas cahaya

Melalui data ini, Anda bisa menyesuaikan kondisi kamar agar lebih nyaman, sehingga tidur menjadi lebih nyenyak dan berkualitas.

  • Pantau Tingkat Aktivitas Harian

Aktivitas fisik juga berperan penting dalam menentukan kualitas tidur. Fitur Energy Score di Samsung Health kini memungkinkan pengguna untuk melihat seberapa banyak energi yang digunakan sepanjang hari. Selain itu, fitur Activity Balance membantu mengevaluasi keseimbangan aktivitas harian dengan menganalisis data selama dua minggu terakhir.

Dengan informasi ini, Anda dapat mengetahui apakah rutinitas harian sudah cukup seimbang untuk mendukung tidur yang optimal dan memastikan tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa.

  • Ikuti Sleep Coaching untuk Pola Tidur Lebih Sehat

Pola tidur yang teratur penting untuk menjaga kesehatan selama Ramadan. Samsung Health menghadirkan fitur Sleep Coaching yang memantau pola tidur selama tujuh hari dan memberikan rekomendasi khusus berupa program pelatihan tidur yang sesuai dengan kebiasaan kamu.

Bahkan, kamu akan mendapatkan ‘hewan tidur’ sebagai representasi gaya tidur kamu, sehingga proses membentuk kebiasaan tidur sehat jadi lebih menyenangkan.

Cara Sholat Isyraq Yang Baik Dan benar

Stylesphere – Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh keberkahan, di mana umat Muslim dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah mereka. Keutamaan bulan suci ini memberikan kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amalan dan meraih pahala yang berlipat ganda.

Salah satu amalan yang dapat dilakukan secara istiqomah selama bulan Ramadan adalah sholat Isyraq atau sholat Syuruq. Sholat sunnah ini dikerjakan dua rakaat setelah matahari terbit.

Meskipun hukumnya sunnah, sholat Isyraq memiliki keutamaan luar biasa. Orang yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala setara dengan haji dan umrah yang sempurna. Pahala ini diberikan kepada mereka yang melaksanakan sholat Subuh berjamaah, kemudian berdzikir hingga matahari terbit, lalu mengerjakan sholat Isyraq.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَةٍ تَامَةٍ تَامَةٍ (رواه الترمذي. حسن)

Artinya: “Siapa saja yang sholat Subuh secara berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, lalu mengerjakan sholat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. At-Tirmidzi, Hadis Hasan).

Agar mendapatkan keutamaan tersebut, berikut niat dan tata cara sholat Isyraq yang bisa diamalkan selama bulan Ramadan, lengkap dengan doa setelahnya.

Berikut Adalah Tata Cara Sholat Isyraq Yang Benar

Sholat Isyraq dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Adapun tata caranya tidak berbeda jauh dengan sholat pada umumnya, yakni diawali dengan niat dan ditutup dengan salam. Berikut tata caranya.

1. Membaca niat sholat Isyraq

Berikut adalah niat sholat isyraq sebagaimana diterangkan Syaikh Nawawi dalam kitab Nihayatuz Zain.

أصلى سنة الإشراق ركعتين لله تعالى 

Ushalli sunnatal isyraqi rak’ataini lillahi ta’ala. 

Artinya, “Aku niat shalat sunnah isyraq dua rakaat karena Allah.”

2. Takbiratul ihram

3. Membaca surah al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah dalam Al-Qur’an (Dianjurkan surah Ad-Dhuha)

4. Rukuk

5. Iktidal

6. Sujud pertama

7. Duduk di antara dua sujud

8. Sujud kedua rakaat pertama

9. Berdiri dan mengulang urutan di atas sejak membaca Surah al-Fatihah, salah satu surah dalam Al-Qur’an (dianjurkan surah As-Syarh), hingga sujud kedua

10. Duduk tasyahud

11. Mengucapkan salam, menoleh ke kanan dan kiri.

Ucapan Selamat Hari Puasa Paling Lengkap Tahun 2025

Ucapan Selamat Hari Puasa Paling Lengkap Tahun 2025

Stylesphere – Ramadan, bulan suci yang penuh berkah, kembali menyapa kita dengan cahaya kebaikan dan ampunan. Bagi umat Muslim, hadirnya bulan ini selalu dinanti dengan suka cita, karena menjadi kesempatan istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, dan meraih keberkahan.

Di bulan yang penuh rahmat ini, semangat berbagi, kebersamaan, serta lantunan ayat suci Al-Qur’an menjadi bagian dari keseharian yang menyejukkan hati. Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, meningkatkan kepedulian, dan memperkuat keimanan.

Sebagai bentuk kebahagiaan menyambut bulan suci, saling mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa menjadi tradisi yang indah. Ucapan ini bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi juga doa dan harapan agar ibadah puasa kita diterima serta dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT.

Berikut ini beberapa inspirasi ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan yang bisa Anda bagikan kepada keluarga, sahabat, dan rekan kerja:

Marhaban ya Ramadan! Semoga di bulan suci ini kita diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan ibadah, serta keberkahan dalam setiap langkah. Selamat menunaikan ibadah puasa!

✨ Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, diampuni segala dosa, dan diberikan keberkahan di dunia serta akhirat.

✨ Ramadan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Mari manfaatkan setiap momen untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Selamat menjalankan ibadah puasa!

✨ Semoga Ramadan kali ini membawa kedamaian dalam hati, keberkahan dalam hidup, serta kebahagiaan yang tak terhingga. Selamat berpuasa, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Dengan berbagai ucapan penuh doa ini, mari kita sambut Ramadan dengan hati yang bersih, niat yang tulus, serta semangat beribadah yang lebih baik dari sebelumnya. Semoga Ramadan tahun ini menjadi momen yang membawa banyak kebaikan bagi kita semua. Marhaban ya Ramadan! 🌙✨

Berikut Ini Ucapan Selamat Puasa Paling lengkap

  1. Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga Ramadan ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi kamu dan keluarga.
  2. Ramadan telah tiba, saatnya menyucikan hati dan meningkatkan ibadah. Semoga puasa tahun ini lebih khusyuk dan penuh makna.
  3. Semoga Ramadan kali ini membawa kedamaian dan keberkahan bagi keluarga kita. Selamat berpuasa!
  4. Selamat menjalankan ibadah puasa! Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
  5. Bulan suci penuh berkah telah datang. Mari jalani dengan keikhlasan dan ketakwaan.
  6. Semoga Ramadan tahun ini membawa kebahagiaan dan keberkahan untuk kita semua.
  7. Manfaatkan bulan suci ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Selamat berpuasa!
  8. Semoga setiap ibadah kita diterima dan membawa keberkahan dalam hidup. Ramadan Mubarak!
  9. Di bulan penuh rahmat ini, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan kemudahan dalam hidup.
  10. Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga setiap amal kita mendapat pahala berlipat ganda.
  11. Ramadan Mubarak! Semoga ibadah puasa kita kali ini lebih baik dari sebelumnya.
  12. Selamat menjalankan ibadah puasa! Semoga kita diberikan kelancaran dan kesabaran dalam beribadah.
  13. Jangan lupa sahur ya! Semoga puasamu lancar dan penuh berkah.
  14. Selamat berpuasa, teman! Semoga Allah memberikan kesehatan dan kekuatan bagi kita semua.
  15. Ramadan penuh berkah, mari manfaatkan dengan ibadah yang lebih baik.
  16. Selamat menjalankan ibadah puasa! Semoga kita bisa lebih sabar dan ikhlas dalam beribadah.
  17. Ramadan telah tiba, mari perbanyak amal dan ibadah! Semoga puasamu lancar ya!
  18. Jangan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan diri dari hal-hal buruk. Selamat berpuasa!
  19. Semoga Ramadan kali ini menjadikan kita pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
  20. Ayo manfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Selamat berpuasa!
  21. Selamat menjalankan ibadah puasa, keluarga tercinta. Semoga Allah melimpahkan keberkahan bagi kita semua.
  22. Ramadan adalah momen untuk mempererat tali silaturahmi. Selamat menunaikan ibadah puasa!
  23. Semoga keluarga kita selalu dalam lindungan Allah dan diberikan keberkahan selama bulan suci ini.
  24. Ramadan telah tiba, mari jalani dengan hati yang bersih dan penuh kesabaran.
  25. Selamat menjalankan ibadah puasa! Semoga kita sekeluarga diberikan kemudahan dalam beribadah.
  26. Ramadan adalah waktu kebersamaan. Semoga keluarga kita selalu rukun dan penuh berkah.
  27. Selamat berpuasa! Jalani dengan keikhlasan dan ketulusan hati.
  28. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan perlindungan bagi keluarga kita di bulan suci ini.
  29. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Allah menerima segala amal dan ibadah kita.
  30. Ramadan adalah saat yang tepat untuk memperbanyak doa dan berbagi dengan sesama.

Semoga ucapan ini dapat menginspirasi dalam menyebarkan kebaikan dan semangat ibadah di bulan suci Ramadan. Marhaban ya Ramadan! 🌙✨

Ucapan Selama Puasa Untuk Guru dan Murid

  1. Selamat menunaikan ibadah puasa, Bapak/Ibu Guru. Semoga selalu diberikan keberkahan dan kesehatan.
  2. Ramadan Mubarak! Semoga ilmu yang diajarkan membawa kebaikan dan manfaat bagi kami semua.
  3. Terima kasih atas bimbingan dan ilmunya. Semoga Bapak/Ibu Guru mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
  4. Selamat berpuasa, Guru tercinta. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan dalam segala urusan.
  5. Ramadan adalah bulan penuh hikmah. Semoga Bapak/Ibu Guru senantiasa dalam lindungan Allah.
  6. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kesabaran dan kebaikan. Selamat menjalankan ibadah puasa!
  7. Semoga puasa kali ini menjadikan kita pribadi yang lebih sabar dan lebih baik.
  8. Selamat berpuasa. Semoga setiap langkah kecilmu dalam beribadah dicatat sebagai kebaikan.
  9. Ramadan adalah bulan penuh berkah. Manfaatkan waktu ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
  10. Semoga ibadah puasamu lancar dan selalu diberi kekuatan dalam menjalankannya.
  11. Selamat menunaikan ibadah puasa! Tetap semangat belajar dan beribadah.
  12. Ramadan adalah bulan penuh kebaikan. Manfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan ilmu dan iman.
  13. Semoga puasa kali ini memberikan banyak pelajaran berharga dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik.
  14. Selamat menjalankan ibadah puasa! Jangan lupa tetap belajar dan berbuat baik.
  15. Semoga Allah memberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini.
  16. Ramadan adalah bulan penuh pengampunan. Mari perbanyak doa dan ibadah.
  17. Semoga Ramadan ini membawa ketenangan hati dan ketakwaan yang lebih dalam.
  18. Selamat menunaikan ibadah puasa. Mari jadikan Ramadan ini lebih bermakna dengan ibadah dan amal kebaikan.
  19. Mari jalani bulan suci ini dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.
  20. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
  21. Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga hati kita semakin bersih dan damai.
  22. Semoga Ramadan ini membawa banyak keberkahan dan kebaikan bagi kita semua.
  23. Ramadan Mubarak! Mari manfaatkan setiap detiknya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
  24. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan diri dari segala keburukan.
  25. Mari kita jalani Ramadan ini dengan penuh keikhlasan, ketakwaan, dan semangat beribadah.

Semoga ucapan-ucapan ini dapat memberikan semangat dan inspirasi bagi kita semua dalam menjalani Ramadan dengan penuh keberkahan. Marhaban ya Ramadan! 🌙✨