Makna dan Waktu Tepat Mengucapkan “Subhanallah”

Stylesphere – Dalam Islam, ungkapan Subhanallah menjadi salah satu dzikir yang sarat makna. Kata ini diucapkan untuk menyucikan Allah dari segala sifat kekurangan sekaligus mengagungkan kebesaran-Nya.

Secara harfiah:

  • Bacaan Arab: سُبْحَانَ اللّهُ
  • Bacaan Latin: Subhanallahu
  • Arti: Maha Suci Allah

Ungkapan ini dapat diucapkan dalam berbagai situasi, antara lain:

  1. Menghadapi musibah atau cobaan
    Diucapkan sebagai bentuk penyerahan d iri kepada Allah dan pengakuan bahwa semua ketentuan-Nya adalah yang terbaik.
  2. Melihat hal yang tidak pantas
    Menunjukkan penolakan terhadap kemungkaran sambil memohon perlindungan kepada Allah.
  3. Saat terkejut atau takjub
    Menjadi respon alami ketika menyaksikan sesuatu yang mengagumkan atau di luar dugaan.
  4. Dalam keadaan marah atau emosi
    Membantu menenangkan hati dan mengingatkan diri untuk bersabar.
  5. Sebagai dzikir harian
    Menjadi bagian dari amalan pagi dan petang yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

Mengutip dari Muhammadiyah.or.id, Rasulullah SAW bersabda:

“Kalimat thayyibah adalah sedekah, dan setiap langkah yang dijalankan menuju shalat atau masjid adalah sedekah.” (HR Ahmad)

Dengan demikian, Subhanallah bukan sekadar ucapan, melainkan bentuk pengagungan, pengingat diri, dan amalan yang membawa kebaikan dalam setiap keadaan.

Makna dan Bacaan Subhanallah

Subhanallah adalah salah satu kalimat thayyibah yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Ucapan ini berarti “Maha Suci Allah”, yang menjadi bentuk pengakuan hati dan lisan atas kesempurnaan, kesucian, dan kebebasan Allah SWT dari segala kekurangan. Kalimat ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi sebuah dzikir yang penuh makna dan menjadi bagian dari ibadah sehari-hari umat Muslim, baik dalam shalat, doa, maupun di berbagai kesempatan.

Pengucapan Subhanallah mencerminkan kesadaran seorang Muslim terhadap kebesaran Allah SWT dan tanda kerendahan hati hamba di hadapan Sang Pencipta. Dalam kehidupan sehari-hari, kalimat ini sering diucapkan dalam beberapa keadaan, misalnya:

  • Ketika melihat keindahan ciptaan Allah, seperti pemandangan alam yang menakjubkan, lahirnya seorang bayi, atau peristiwa yang membangkitkan rasa takjub.
  • Saat menghadapi cobaan atau ujian hidup, sebagai bentuk penguatan iman bahwa segala yang terjadi merupakan bagian dari ketentuan Allah.
  • Dalam dzikir rutin, terutama setelah shalat fardhu, yang biasanya diucapkan 33 kali sebagai bagian dari tasbih, tahmid, dan takbir.
  • Untuk menghindari ucapan sia-sia atau negatif, menggantinya dengan dzikir yang membawa pahala.

Melansir dari Jurnal Tafse: Journal of Qur’anic Studies, kata tasbih beserta variasinya disebut sebanyak 92 kali dalam Al-Qur’an dalam berbagai bentuk. Hal ini menegaskan betapa pentingnya tasbih sebagai bentuk ibadah yang tidak hanya dilakukan oleh manusia, tetapi juga oleh seluruh makhluk ciptaan Allah, baik yang tampak maupun yang tidak kita lihat. Dalam beberapa ayat, Allah menyebutkan bahwa langit, bumi, dan segala isinya bertasbih kepada-Nya tanpa henti.

Tasbih, termasuk ucapan Subhanallah, memiliki banyak hikmah dan manfaat, di antaranya:

  • Menyucikan hati dari sifat sombong dan riya, karena mengingatkan manusia bahwa hanya Allah yang sempurna.
  • Menambah pahala yang akan menjadi bekal di akhirat, sebagaimana banyak disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW.
  • Menentramkan jiwa, sebab dzikir adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah dan menenangkan hati.
  • Menjaga lisan dari ucapan yang tidak bermanfaat, menggantinya dengan kata-kata penuh kebaikan.

Dengan memahami makna dan waktu yang tepat untuk mengucapkan Subhanallah, setiap Muslim diharapkan dapat menjadikannya bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya sebagai ungkapan spontan, tetapi sebagai cerminan keimanan yang mendalam. Tasbih ini mengajarkan kita untuk senantiasa memandang segala sesuatu dengan kesadaran bahwa segala kesempurnaan hanya milik Allah, sementara manusia adalah makhluk lemah yang selalu membutuhkan-Nya.

Waktu-Waktu Dianjurkan Mengucapkan Subhanallah

Subhanallah diucapkan ketika Muslim ingin mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai momen dalam kehidupan:

  1. Setelah shalat fardhu – Sebagai bagian dari dzikir wirid dengan bacaan lengkap “Subhanallahi walhamdulillahi wa laa ilaha illallahu wallahu akbar”
  2. Saat pagi dan petang – Mengikuti sunnah Rasulullah dalam berzikir dengan kalimat thayyibah
  3. Ketika menghadapi kesulitan – Subhanallah memberikan ketenangan hati dan pengingat akan pertolongan Allah
  4. Saat melihat keajaiban ciptaan Allah – Mengagumi keindahan alam atau fenomena luar biasa
  5. Dalam kondisi syukur – Meski lebih tepat dengan Alhamdulillah, Subhanallah juga bisa diucapkan sebagai pengakuan kebesaran Allah

Melansir dari Anugerahslot News, penting membedakan penggunaan Subhanallah dengan Masya Allah agar tidak keliru dalam konteks pengucapannya.

Hikmah dan Manfaat Mengucapkan Subhanallah

Berzikir dengan Subhanallah membawa berbagai manfaat spiritual dan psikologis bagi Muslim:

  1. Membersihkan hati dari dosa – Setiap kalimat thayyibah bernilai sedekah di sisi Allah SWT
  2. Menambah pahala – Hadis menyebutkan bahwa mengucapkan Subhanallah termasuk kalimat yang paling utama
  3. Menenangkan jiwa – Dzikir memiliki efek terapeutik yang telah terbukti secara ilmiah
  4. Meningkatkan ketaqwaan – Konsisten berzikir menguatkan hubungan dengan Allah
  5. Perlindungan dari gangguan – Subhanallah menjadi benteng spiritual dari berbagai kemudharatan

Mengutip dari buku Yang Disenangi Nabi SAW dan Yang Tak Disukai oleh Adnan Tharsyah, Subhanallah artinya “Allah itu Maha tinggi dan Mahasuci” sebagai penyucian dari segala sesuatu buruk yang tidak pantas bagi Allah.

Dalil-Dalil tentang Keutamaan Subhanallah

Al-Quran dan hadis memberikan landasan kuat tentang keutamaan mengucapkan Subhanallah:

  • QS. Ar-Rum: 17-18 – Perintah bertasbih di waktu petang dan pagi
  • QS. Al-Baqarah: 32 – Pengakuan kesucian Allah oleh para malaikat
  • QS. Al-Isra: 44 – Seluruh alam bertasbih memuji Allah

Hadis dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang mengucapkan Subhanallahi wa bihamdihi ketika pagi dan petang, tidak ada seorang pun yang lebih baik daripada yang ia bawa pada hari kiamat” (HR. Muslim).

Mengutip dari Tafse: Journal of Qur’anic Studies Vol. 5 No. 1, tasbih dalam bentuk perintah (fi’l al-amr) berfungsi sebagai peringatan untuk senantiasa bertasbih baik di dalam maupun luar waktu shalat.