Pentingnya Menjaga Lisan dalam Islam

Stylesphere – Sering kali, tanpa disadari, kita mengucapkan kalimat yang mungkin dibenci oleh Allah SWT. Mengetahui dan memahami ucapan yang tidak disukai Allah adalah langkah penting dalam memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam Al-Qur’an dan hadits, terdapat petunjuk tentang ucapan yang harus dihindari agar terhindar dari murka Allah. Dengan memahami hal ini, kita dapat lebih bijak dalam berbicara dan senantiasa menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain.

Ucapan yang Dibenci Allah
Salah satu kalimat yang paling dibenci oleh Allah adalah ucapan yang mencerminkan kesombongan dan penolakan terhadap nasihat.

Ucapan seperti ini tidak hanya melukai perasaan orang lain yang berniat baik, tetapi juga mencerminkan sikap yang jauh dari nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, setiap Muslim harus senantiasa menjaga lisan dan perilakunya agar terhindar dari perkataan yang tidak diridhai oleh Allah SWT.

Menjaga Lisan sebagai Bentuk Ketaqwaan
Menjaga lisan bukan sekadar etika dalam pergaulan, tetapi juga merupakan bagian penting dari ketakwaan kepada Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa perkataan seseorang mencerminkan keimanan dan akhlaknya.

Untuk memahami lebih dalam larangan tentang ucapan yang dibenci Allah, kita akan menelusuri hadits dan ayat Al-Qur’an yang relevan. Dengan begitu, kita bisa lebih berhati-hati dalam berbicara dan menghindari ucapan yang sia-sia serta menyakiti orang lain.

Marilah kita bersama-sama belajar menjadi hamba Allah yang lebih baik dengan menjaga lisan dan memilih kata-kata yang membawa kebaikan.

Kata Yang Dibenci Allah

Kalimat yang dibenci Allah SWT adalah perkataan yang mengandung kesombongan dan keangkuhan, terutama ketika seseorang menolak ajakan untuk berbuat kebaikan dan bertakwa kepada-Nya. Hal ini dijelaskan dalam buku “Hijrah Dahulu, Istikamah Kemudian” karya Hendra Bakti (2019).

Dalam buku tersebut disebutkan bahwa salah satu kalimat yang paling dibenci Allah adalah ucapan yang menunjukkan kesombongan, terutama saat seseorang menolak nasihat untuk bertakwa.

Hadits tentang Kalimat yang Dibenci Allah
Dalam hadits riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman dan An-Nasa’i dalam Al-Yaum wa al-Lailah, yang disahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah, Rasulullah SAW bersabda:

إن أبغض الكلام إلى الله أن يقول الرجل للرجل اتق الله، فيقول عليك بنفسك

Artinya: “Kalimat yang paling dibenci Allah SWT adalah ketika seseorang menasihati temannya dengan mengatakan ‘Bertakwalah kepada Allah’, namun temannya justru menjawab, ‘Urus saja dirimu sendiri.'” (HR. Baihaqi dan An-Nasa’i)

Hadits ini menjelaskan dengan jelas bahwa Allah SWT sangat membenci sikap sombong, terutama ketika seseorang menolak nasihat kebaikan.

Jika seseorang diingatkan untuk bertakwa kepada Allah, tetapi ia malah menjawab, “Urus saja dirimu sendiri,” maka hal itu menunjukkan kesombongan dalam dirinya. Sikap seperti ini menghalangi seseorang dari kebaikan dan bertentangan dengan ajaran Islam yang menganjurkan umatnya untuk saling menasihati dalam kebenaran.

Pentingnya Saling Menasihati dalam Islam
Allah SWT telah menegaskan dalam Surat Al-‘Asr ayat 3, bahwa orang-orang beriman harus saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Oleh karena itu, seorang Muslim seharusnya menerima nasihat dengan lapang dada, bukan justru menolaknya dengan kesombongan. Sikap rendah hati dalam menerima nasihat adalah cerminan ketakwaan dan akhlak yang baik, sebagaimana yang diajarkan dalam Islam.

Begini Banyaknya Air Yang Diperlukan Tubuh Saat Puasa

Stylesphere – Menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa Ramadan sangat penting, terutama dalam hal asupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi. Dehidrasi dapat mengganggu kelancaran ibadah puasa, menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti sakit kepala, kelelahan, dan gangguan konsentrasi.

Menurut Hermina Hospitals (Selasa, 4 Maret 2025), tubuh lebih rentan mengalami dehidrasi saat berpuasa karena tidak mendapatkan asupan cairan selama beberapa jam. Untuk mengatasinya, disarankan menggunakan metode 8 gelas air per hari, yaitu:

  • 3 gelas saat sahur
  • 2 gelas saat berbuka
  • 2 gelas setelah berbuka
  • 1 gelas sebelum tidur

Selain minum air putih, konsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti sayur dan buah juga membantu menjaga hidrasi tubuh. Sebaliknya, hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, soda, dan minuman berenergi, karena bersifat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine dan mempercepat kehilangan cairan tubuh.

Manfaat Minum Air untuk Metabolisme

Mengutip Times of India, minum air putih dapat meningkatkan metabolisme tubuh melalui mekanisme termogenesis yang diinduksi oleh air. Hidrasi yang baik juga membantu metabolisme lemak serta mengendalikan nafsu makan, meskipun efeknya terhadap penurunan berat badan tidak terlalu besar.

Minum air dingin diketahui dapat membakar kalori tambahan, tetapi penurunan berat badan yang signifikan tetap memerlukan pola hidup sehat, termasuk pola makan yang seimbang dan olahraga teratur.

Metabolisme mencakup berbagai reaksi kimia dalam sel tubuh, yang berperan dalam mengubah makanan menjadi energi, menjaga keseimbangan suhu tubuh, dan membantu proses pencernaan serta pembuangan zat sisa.

Dengan menjaga hidrasi yang optimal selama Ramadan, tubuh dapat tetap bugar dan ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih lancar.

Perawatan Ekstra Untuk Tubuh Selama Puasa

Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, memastikan asupan nutrisi yang cukup selama sahur juga merupakan salah satu cara menjaga kesehatan selama berpuasa. Sahur berperan penting dalam menyediakan cadangan energi yang dibutuhkan tubuh sepanjang hari.

Tips Memilih Makanan Sehat untuk Sahur

Agar energi bertahan lebih lama, disarankan untuk mengonsumsi makanan berserat tinggi, seperti buah dan sayur. Selain itu, pilihlah karbohidrat kompleks sebagai sumber energi yang lebih stabil, seperti:

  • Nasi merah
  • Roti gandum utuh
  • Oatmeal
  • Kentang
  • Pasta

Beberapa penelitian juga merekomendasikan makanan tinggi protein dan lemak sehat, seperti telur, alpukat, dan kacang-kacangan, karena penyerapan nutrisinya lebih lambat, sehingga membantu menjaga cadangan energi lebih lama sepanjang hari.

Makan sahur dalam porsi yang cukup juga dapat membantu mencegah rasa mengantuk berlebihan di siang hari.

Makanan yang Dianjurkan saat Berbuka Puasa

Saat berbuka, mulailah dengan air putih dan sedikit makanan manis untuk mengembalikan energi tubuh secara perlahan.

Salah satu pilihan terbaik adalah tiga butir kurma, karena:
Sumber energi alami
Tinggi serat, baik untuk pencernaan
Membantu menghindari lonjakan kadar gula darah secara drastis

Dengan memperhatikan pola makan sehat saat sahur dan berbuka, tubuh akan tetap kuat dan bugar dalam menjalani ibadah puasa dengan optimal.