Stylesphere – Bulan Ramadan tiba, umat Muslim di Indonesia akan menjalankan ibadah puasa selama 13 hingga 14 jam setiap harinya selama sebulan penuh. Namun, tahukah kamu bahwa durasi puasa di berbagai agama berbeda-beda? Ada yang berlangsung sehari penuh, beberapa jam, bahkan tanpa durasi tetap.
Puasa Ramadan menjadi momen spiritual bagi umat Islam, dengan durasi yang bervariasi tergantung lokasi dan panjangnya siang di masing-masing wilayah. Sementara itu, umat Hindu memiliki beragam jenis puasa dengan durasi yang berbeda, mulai dari beberapa jam hingga 24 jam penuh.
Setiap agama memiliki aturan dan tujuan masing-masing dalam berpuasa, menjadikannya sebagai bentuk ibadah yang memperkuat hubungan spiritual dan melatih pengendalian diri.
Setiap agama memiliki aturan dan tujuan tersendiri dalam berpuasa, termasuk dalam hal durasi dan cara menjalankannya.
- Umat Kristen memiliki puasa yang lebih fleksibel dalam menentukan durasi, bahkan ada yang berlangsung hingga 40 hari.
- Umat Konghucu menjalankan dua jenis puasa, yaitu rohani dan jasmani, dengan durasi yang bervariasi.
- Umat Buddha lebih menekankan pengendalian diri dibandingkan dengan puasa total.
Salah satu perbedaan utama antara puasa dalam Islam dan agama lain adalah adanya sahur sebelum memulai puasa. Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
“Yang membedakan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim)
Meskipun tujuan utama puasa di berbagai agama adalah mendekatkan diri kepada Tuhan dan meningkatkan spiritualitas, cara dan durasinya sangat beragam. Berikut ini, Stylesphere merangkum perbedaan durasi puasa dalam lima agama, melansir dari berbagai sumber.
Durasi Puasa Dalam Agama Islam : Wajib dan Sunnah

Puasa dalam Islam merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Puasa Ramadan dilakukan selama satu bulan penuh (30 hari), dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Durasi puasa ini bervariasi tergantung letak geografis. Di Indonesia, pada tahun 2025, lamanya puasa diperkirakan sekitar 13-14 jam setiap harinya.
Selain puasa Ramadan, ada juga puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis. Durasi puasa sunnah ini umumnya sama dengan puasa wajib, yaitu dari fajar hingga maghrib, namun bagi sebagian orang yang menjalankan puasa sunnah tertentu, bisa dilakukan dengan durasi yang lebih fleksibel sesuai dengan niat dan kemampuan masing-masing individu.
Durasi Puasa Dalam Agama Hindu

Dalam agama Hindu, puasa atau Upawasa memiliki berbagai jenis dan durasi yang berbeda. Beberapa puasa bersifat wajib, seperti Siwaratri, yang dilakukan selama 24 jam atau lebih. Sementara itu, ada juga puasa pilihan, seperti Ekadashi, yang dilakukan sehari penuh.
Durasi puasa dalam agama Hindu sangat bervariasi, tergantung pada jenis puasa dan tradisi lokal. Beberapa puasa hanya berlangsung beberapa jam, sedangkan yang lain bisa sehari penuh atau bahkan lebih lama.
Menurut alimentarium.org, agama Hindu memiliki beberapa periode puasa yang umum dilakukan. Salah satunya adalah Ekadashi, yang dilakukan dua kali sebulan, tepat pada hari kesebelas setiap siklus bulan terbit dan terbenam. Selain itu, perayaan di awal tahun yang didedikasikan untuk menghormati Dewa Siwa juga merupakan salah satu momen penting dalam praktik puasa umat Hindu.
Durasi Puasa Dalam Agama Kristen

Dalam agama Kristen, tidak ada aturan baku mengenai durasi puasa. Puasa merupakan ibadah sukarela yang dilakukan berdasarkan kesadaran dan kehendak pribadi.
Durasi puasa dapat bervariasi, mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari, bahkan ada yang berlangsung hingga 40 hari, seperti yang dilakukan dalam masa Prapaskah.
Umat Kristen biasanya berpuasa dengan menghindari makan dan minum, atau hanya mengonsumsi makanan tertentu. Tujuan utama dari puasa dalam agama Kristen adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan merenungkan makna hidup, sebagai bentuk penguatan iman dan spiritualitas.
Durasi Puasa Dalam Konghucu

Dalam agama Konghucu, terdapat dua jenis puasa, yaitu puasa rohani dan puasa jasmani.
- Puasa rohani berfokus pada pengendalian diri, dengan menahan diri dari perilaku buruk dan pikiran negatif.
- Puasa jasmani berupa pantang makanan tertentu, seperti menjalani pola makan vegetarian.
Durasi puasa jasmani dalam Konghucu beragam, mulai dari sehari, beberapa hari, hingga dilakukan secara permanen. Puasa ini sering dikaitkan dengan hari-hari perayaan atau sembahyang, sebagai bentuk penghormatan dan refleksi spiritual.
Durasi Puasa Dalam Agama Buddha

Menurut reviewreligion.org, umat Buddha menjalankan puasa khusus yang dimulai pada bulan Agustus dan berlangsung selama 45 hari. Selama periode ini, mereka hanya diperbolehkan makan satu kali sehari, sementara di luar waktu makan, hanya diperbolehkan mengonsumsi cairan.
Puasa ini dilakukan dari siang hari hingga matahari terbit keesokan harinya dan umumnya dijalankan setahun sekali. Selain itu, umat Buddha juga dapat memilih untuk berpuasa pada hari-hari tertentu di luar periode tersebut.
Salah satu bentuk ibadah puasa dalam ajaran Buddha adalah Uposatha. Aturan puasa ini dapat berbeda tergantung pada aliran Buddha yang diikuti, tetapi umumnya mengikuti kalender Buddhis. Selama Uposatha, umat Buddha diperbolehkan minum, tetapi tidak diperkenankan makan.