Tiga Cara Allah SWT Mengabulkan Doa, Menurut Ustadz Khalid Basalamah
Enrutamex – Setiap Muslim tentu ingin doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Siapa yang tidak berharap ketika menyampaikan hajat-hajatnya, Allah langsung menerima dan mengabulkannya?
Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah mengutip sebuah hadis yang menyebutkan bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang berbuat dosa dan memutus silaturahmi.
Ustadz Khalid menjelaskan bahwa cara Allah mengabulkan doa bisa terjadi dalam tiga bentuk:
Allah SWT segera mengabulkan doa
“Misalnya, seseorang berdoa meminta kesembuhan. Tiba-tiba ia bertemu dokter yang cocok, mendapatkan obat yang tepat, lalu sembuh. Atau seseorang terlilit utang, tiba-tiba ada yang membantunya melunasi utangnya, atau ia mendapatkan proyek yang bisa menutupi utangnya,” jelas Ustadz Khalid, dikutip dari YouTube Khalid Basalamah Official, Selasa (11/3/2025).
Allah SWT menyimpan doa tersebut sebagai pahala di akhirat
Jika doa tidak dikabulkan di dunia, Allah akan menyimpannya dan memberikan ganjaran yang lebih besar di akhirat.
Allah SWT menggantinya dengan menghindarkan dari musibah
Kadang, Allah tidak mengabulkan doa secara langsung, tetapi menggantinya dengan menghindarkan hamba-Nya dari bahaya atau musibah yang mungkin akan menimpanya.
Mendengar penjelasan ini, para Sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Jika demikian, kami akan memperbanyak doa.” Nabi SAW pun bersabda, “Allah akan semakin banyak mengabulkan doa-doa kalian.”
Kesimpulannya, berdoa dengan penuh keyakinan adalah kunci, karena Allah SWT akan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadan

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa hadis tentang doa yang dikabulkan menunjukkan keutamaan berdoa secara umum. Namun, jika doa dipanjatkan pada waktu-waktu mustajab, maka peluang dikabulkannya akan jauh lebih besar. Salah satu waktu terbaik untuk berdoa adalah bulan Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari bulan Ramadan (semoga kita termasuk di dalamnya), dan setiap Muslim yang berdoa di bulan Ramadan, doanya akan dikabulkan.” (HR. Al-Bazzar & Ahmad)
Ustadz Khalid menekankan bahwa bulan Ramadan adalah waktu yang penuh keberkahan, sehingga umat Muslim sebaiknya memanfaatkan momen ini untuk berdoa sebanyak-banyaknya.
Lalu, kapan saja waktu-waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadan? Berikut penjelasannya.
Tiga Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadan

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa bulan Ramadan adalah waktu yang penuh keberkahan, di mana doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Berikut adalah tiga waktu mustajab untuk berdoa selama Ramadan:
- Waktu Sahur
Waktu sahur merupakan salah satu waktu terbaik untuk berdoa, sebagaimana disebutkan dalam hadis Bukhari.
“Kata Nabi SAW, Tuhan kita Yang Mahatinggi dan Mahaberkah turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir (waktu sahur). Lalu Allah berfirman, ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan kabulkan. Siapa saja yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka Aku akan ampuni,’” jelas Ustadz Khalid.
- Sepanjang Waktu Puasa
Saat berpuasa, sepanjang waktu dari adzan Subuh hingga adzan Maghrib menjadi momen mustajab untuk berdoa. Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan waktu ini dengan memperbanyak doa, karena peluang dikabulkannya sangat besar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang terzalimi.” (HR. Ahmad, sanad shahih)
- Waktu Berbuka Puasa
Dalam hadis hasan yang diriwayatkan Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa salah satu golongan yang doanya tidak ditolak adalah orang yang sedang berbuka puasa.
Oleh karena itu, sebelum berbuka, umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan waktu ini dengan berdoa kepada Allah SWT.
Semoga kita dapat memanfaatkan waktu-waktu mustajab ini dengan sebaik-baiknya untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Wallahu a’lam.