Doa Meluluhkan Hati Orang Tua yang Tidak Merestui Hubungan

Stylesphere – Dalam sebuah hubungan, restu orang tua kerap menjadi fondasi penting bagi kebahagiaan dan kelancaran perjalanan cinta. Namun, ketika restu itu belum didapatkan, salah satu bentuk ikhtiar yang bisa dilakukan adalah memanjatkan doa, memohon agar hati orang tua dilunakkan dan diberi pemahaman.

Doa merupakan wujud penghambaan dan permohonan seorang hamba kepada Allah SWT. Umat Islam meyakini bahwa doa memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah hati dan keadaan. Dengan bersungguh-sungguh memohon kepada-Nya, diharapkan hati orang tua yang semula belum merestui dapat dipenuhi kelembutan dan kebijaksanaan.

Seperti dijelaskan dalam buku Menurut Al-Qur’an dan Sunnah: Panduan Doa dalam Islam karya Dr. Ahmad Al-Muzammil (2018), doa adalah ibadah yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Melalui doa, seorang hamba meminta pertolongan Allah dalam setiap urusan, termasuk dalam urusan hati dan hubungan dengan orang-orang yang dicintai.

Berikut ulasan lengkap yang dirangkum Anugerahslot Islamic dari berbagai sumber, Senin (11/08/2025).

Doa Meluluhkan Hati Orang Tua

Dalam Islam, doa menjadi senjata utama seorang hamba dalam menghadapi segala persoalan hidup, termasuk saat berusaha mendapatkan restu orang tua. Bagi pasangan yang hubungannya belum direstui, memohon kepada Allah SWT agar hati orang tua dilunakkan adalah salah satu ikhtiar spiritual yang dianjurkan.

Berikut adalah salah satu doa yang dapat diamalkan, lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan artinya:

Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِي ….(sebut nama orang yang dituju)…. كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى، وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ، فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ، نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ، وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ، جَلَّ ثَنَاءُ وَجْهِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Bacaan Latin:
Allahumma innaka antal ‘azizul kabir, wa anaa ‘abduka adhdhoiifudzdzaliil, alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allahumma sakhkhir li (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkharta firauna li musa, wa layyin li qolbahuu kama layyanta al-hadiida li dawuda, fa innahu la yantiqu illa bi idznika, nashiyatuhuu fii qobdhatika, wa qolbuhuu fii yadika, jalla tsanaa-u wajhik, yaa arhamar raahimiin.

Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Perkasa lagi Maha Besar, dan aku adalah hamba-Mu yang lemah dan hina. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu. Ya Allah, tundukkanlah (sebut nama) kepadaku sebagaimana Engkau tundukkan Firaun kepada Musa, dan lembutkan hatinya sebagaimana Engkau melembutkan besi kepada Daud. Sesungguhnya ia tidak akan berbicara kecuali dengan izin-Mu. Ubun-ubunnya berada dalam genggaman-Mu, dan hatinya berada di tangan-Mu. Maha Suci wajah-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.”

Doa ini bisa diamalkan dengan menyebut nama orang tua yang ingin diluluhkan hatinya, sebagai wujud permohonan langsung kepada Allah SWT. Konsistensi dalam membacanya mencerminkan kesungguhan hati dalam mencari ridha Ilahi sekaligus restu orang tua.

Penelitian dari Journal of Islamic Psychology yang diterbitkan International Islamic University Malaysia (2020) menjelaskan bahwa doa untuk meluluhkan hati memiliki dasar yang kuat dalam tradisi Islam. Nabi Muhammad SAW dan para sahabat kerap menjadikan doa sebagai media untuk menyentuh hati manusia, baik dalam urusan pribadi maupun sosial.

Doa-doa Pelengkap untuk Meluluhkan Hati dan Memohon Restu Orang Tua

Selain doa utama, terdapat sejumlah doa lain yang dapat diamalkan untuk memohon kelapangan hati, kemudahan urusan, dan restu dari orang tua. Doa-doa ini melengkapi ikhtiar spiritual dalam menghadapi situasi sulit terkait restu keluarga.

1. Doa Istikharah untuk Jodoh
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta petunjuk kepada-Mu dengan ilmu-Mu, meminta kekuatan kepada-Mu dengan kekuatan-Mu, dan memohon karunia-Mu yang agung.”
Doa ini sangat bermanfaat saat memohon petunjuk terbaik dalam memilih pasangan hidup sekaligus berharap mendapatkan restu orang tua.

2. Doa Nabi Musa untuk Melapangkan Dada
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي، وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي، يَفْقَهُوا قَوْلِي

Robbisrohli shodrii, wa yassirli amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii.

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka memahami perkataanku.”
Doa ini membantu kelancaran komunikasi dengan orang tua agar niat baik tersampaikan dengan jelas.

3. Doa Memohon Cinta Allah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ

Allahumma inni as’aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wal-‘amalalladzi yuballighuni hubbak.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang mendekatkanku kepada cinta-Mu.”
Dengan memohon cinta Allah, diharapkan hati orang tua juga ikut tergerak untuk memberi restu.

4. Doa Nabi Daud untuk Melembutkan Hati
اللَّهُمَّ لَيِّنْ لِي قَلْبَهُ، لَيِّنْتَ لِدَاوُدَ الْحَدِيدَ

Allahumma laiyin li qolbahu, laiyinta li Dawudal hadid.

Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan besi kepada Daud.”
Doa ini sering diamalkan untuk memohon kelembutan hati seseorang, termasuk orang tua yang bersikap keras.

5. Doa Memohon Restu dan Disenangi Orang Lain
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَوَسِّعْ لِي فِي رِزْقِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا رَزَقْتَنِي، وَاجْعَلْنِي مَحْبُوبًا فِي قُلُوبِ عِبَادِكَ، وَعَزِيزًا فِي عُيُونِهِم، وَاجْعَلْنِي وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ، يَا كَثِيرَ النَّوَالِ، يَا حَسَنَ الْفِعَالِ، يَا قَائِمًا بِلَا زَوَالٍ، يَا مُبْدِئًا بِلَا مِثَالٍ، فَلَكَ الْحَمْدُ، وَالْمِنَّةُ، وَالصَّرْفُ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Robbi zidnii ‘ilman, wa wassi‘ lii fii rizqii, wabarik lii fiimaa razaqtanii, waj‘alnii mahbuuban fii quluubi ‘ibaadika, wa ‘aziizzan fii ‘uyuuni him, waj‘alnii wajihan fid-dunyaa wal-aakhirati minal muqorrobiin, yaa kasiiron nawaal, yaa hasanal fi‘aal, yaa qooimman billa zawaal, yaa mubdian bila mitsaal, falakal hamdu, wal minnatu, was-shorfu ‘ala kulli haal.

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah ilmuku, luaskan rezekiku, berkahilah apa yang Engkau karuniakan padaku. Jadikan aku dicintai di hati hamba-hamba-Mu, mulia di mata mereka, dan termasuk orang-orang yang dekat kepada-Mu di dunia dan akhirat. Wahai Yang Maha Pemurah, Maha Indah perbuatan-Nya, Yang Kekal tanpa akhir, dan Yang Memulai tanpa contoh sebelumnya. Segala puji, karunia, dan pengaturan hanyalah milik-Mu dalam setiap keadaan.”
Doa ini dapat dimodifikasi dengan menambahkan “wa qalbi ummi” setelah kata “‘ibaadika” untuk secara khusus memohon agar disenangi di hati ibu.

Mengamalkan doa-doa ini secara rutin, disertai kesungguhan hati dan usaha nyata, menjadi bentuk kepasrahan penuh kepada Allah SWT. Setiap permohonan yang tulus akan selalu didengar dan direspon oleh-Nya dengan cara terbaik.

Waktu Mustajab untuk Berdoa Meluluhkan Hati Orang Tua

Menurut Adab al-Du‘a fi al-Islam karya Syaikh Abdullah Al-Fauzan (2019), terdapat waktu-waktu tertentu yang disebut mustajab untuk berdoa. Memanfaatkan momen-momen ini dengan penuh kekhusyukan dapat meningkatkan peluang terkabulnya doa, termasuk doa untuk meluluhkan hati orang tua yang belum merestui hubungan anaknya.

Berikut beberapa waktu yang dianjurkan untuk memanjatkan doa:

  1. Sepertiga Malam Terakhir (Tahajud)
    Waktu antara pukul 00.00–03.00 dini hari adalah saat yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa pada waktu ini Allah SWT “turun” ke langit dunia dan mengabulkan permohonan hamba-Nya yang memohon kepada-Nya.
  2. Antara Azan dan Iqamah
    Berdasarkan hadis riwayat Ahmad, doa yang dipanjatkan di sela-sela azan dan iqamah tidak akan ditolak. Meski singkat, momen ini memiliki keberkahan yang besar.
  3. Ketika Turun Hujan
    Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa saat hujan turun adalah waktu yang penuh rahmat. Berdoa di bawah rintik hujan membawa keberkahan dan peluang terkabul yang lebih besar.
  4. Hari Jumat
    Rasulullah SAW menjelaskan bahwa di hari Jumat terdapat satu waktu istimewa ketika doa seorang muslim pasti dikabulkan. Waktu ini diyakini berada pada sore hari menjelang magrib, khususnya setelah salat Ashar.
  5. Saat Sujud dalam Shalat
    Momen sujud adalah saat terdekat seorang hamba dengan Tuhannya. Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak doa ketika sujud, karena kedekatan ini menjadikan doa lebih mustajab.
  6. Setelah Shalat Fardhu
    Usai melaksanakan shalat wajib, dianjurkan untuk memanjatkan doa dengan hati yang tenang dan khusyuk. Waktu ini menjadi salah satu kesempatan emas untuk memohon kepada Allah SWT.

Dengan memanfaatkan waktu-waktu mustajab ini, doa untuk meluluhkan hati orang tua dapat disampaikan dalam kondisi spiritual terbaik. Selain menunjukkan kesungguhan, hal ini juga menjadi bentuk kepasrahan total kepada Allah SWT dalam mengharapkan restu dan ridha-Nya.

Adab Berdoa untuk Meluluhkan Hati Orang Tua

Dalam Islam, doa tidak hanya sekadar rangkaian kata permohonan, tetapi juga ibadah yang memiliki tata cara dan etika tertentu. Memperhatikan adab ketika memanjatkan doa, termasuk doa untuk meluluhkan hati orang tua, akan meningkatkan kualitas dan keberkahannya.

Berikut beberapa adab penting yang dianjurkan:

  1. Niat yang Ikhlas dan Tujuan yang Baik
    Doa harus dipanjatkan semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk tujuan yang merugikan atau menyakiti pihak lain. Niat harus terbebas dari unsur negatif seperti dendam, iri hati, atau keinginan menguasai.
  2. Berada dalam Keadaan Suci
    Sebaiknya berdoa setelah berwudu dan dalam keadaan suci, menghadap kiblat. Hal ini menunjukkan penghormatan kepada Allah SWT sekaligus keseriusan dalam memohon.
  3. Mengawali dengan Pujian dan Shalawat
    Sebelum menyampaikan permohonan, awali doa dengan memuji Allah SWT, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan menyadari kelemahan diri sebagai hamba.
  4. Bertobat dan Memohon Ampunan
    Sebelum berdoa, hendaknya membersihkan diri dari dosa dengan bertobat dan memohon ampun. Hati yang bersih akan membuat doa lebih tulus dan mudah dikabulkan.

Penelitian yang dimuat dalam International Journal of Islamic Thought oleh Universiti Kebangsaan Malaysia (2021) menegaskan bahwa etika berdoa dalam Islam menekankan aspek spiritual dan moral yang tinggi. Doa adalah dialog suci antara hamba dan Khaliq, sehingga harus disampaikan dengan kesadaran penuh akan kebesaran-Nya.

Dengan mematuhi adab ini, doa untuk meluluhkan hati orang tua akan memiliki makna yang lebih dalam dan peluang terkabul yang lebih besar.

Upaya Nyata untuk Meluluhkan Hati Orang Tua

Selain berdoa, Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan ikhtiar lahiriah—langkah-langkah praktis yang dapat membantu meluluhkan hati seseorang, termasuk orang tua yang belum memberikan restu. Usaha nyata ini menjadi pelengkap dari ikhtiar batin yang dilakukan melalui doa.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  1. Berperilaku Santun, Jujur, dan Amanah
    Sikap santun, kejujuran, dan amanah sering kali lebih menyentuh hati dibanding sekadar kata-kata manis. Tunjukkan kematangan pribadi serta rasa tanggung jawab melalui perilaku sehari-hari.
  2. Memberikan Hadiah dan Perhatian
    Rasulullah SAW bersabda: “Saling memberi hadiahlah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari). Hadiah sederhana namun tulus dapat menumbuhkan kasih sayang dan menunjukkan kepedulian.
  3. Mendengarkan dengan Empati
    Jadilah pendengar yang baik dan tunjukkan empati terhadap perasaan orang tua. Memahami kekhawatiran mereka dengan sabar dapat membuka ruang dialog yang lebih hangat.
  4. Bersabar dan Istiqamah
    Meluluhkan hati membutuhkan waktu. Hindari sikap terburu-buru atau memaksa. Tetaplah konsisten dan sabar dalam menunjukkan niat baik.
  5. Bersikap Rendah Hati
    Kesombongan adalah sikap yang dibenci dalam Islam. Rendah hati akan membuat orang lain merasa lebih nyaman, terbuka, dan mau menerima kehadiran kita.
  6. Menghormati dan Mematuhi Keluarga
    Perhatikan harapan dan nasihat keluarga selama tidak bertentangan dengan syariat. Kepatuhan kepada orang tua dan keluarga adalah bagian dari adab dalam memperjuangkan hubungan.

Menggabungkan doa yang tulus dengan tindakan nyata yang baik akan memberikan hasil yang lebih optimal dalam meraih restu. Dengan kesabaran, konsistensi, dan niat yang ikhlas, insyaAllah hati yang keras pun dapat menjadi lembut.

Kekuatan Doa dalam Meluluhkan Hati Menurut Sejarah Islam

Dalam sejarah Islam, terdapat banyak kisah yang menegaskan bahwa doa adalah senjata ampuh seorang mukmin. Doa tidak hanya menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana untuk melembutkan hati seseorang—termasuk dalam konteks memohon restu orang tua.

Kisah-Kisah Teladan dalam Meluluhkan Hati

  1. Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis
    Dalam surah An-Naml, diceritakan bagaimana Nabi Sulaiman AS mengajak Ratu Bilqis kepada kebenaran melalui hikmah, kelembutan, dan doa. Pendekatan beliau menunjukkan bahwa kelembutan hati sering kali lahir dari kebijaksanaan yang disertai doa.
  2. Nabi Ibrahim AS dan Kaumnya
    Walaupun kaumnya menolak keras ajakan kepada tauhid, Nabi Ibrahim AS tidak berhenti berdoa bagi kebaikan mereka. Kesabaran beliau menjadi contoh bahwa doa dapat menembus penolakan yang paling keras.
  3. Rasulullah SAW dalam Dakwahnya
    Rasulullah SAW menghadapi banyak tantangan dari kaumnya, namun beliau menanggapi dengan kesabaran, akhlak mulia, dan doa. Allah SWT menegaskan dalam Ali Imran ayat 159: “Maka dengan rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.”

Doa-Doa yang Dianjurkan untuk Melembutkan Hati

  1. Doa Nabi Daud AS
    Diriwayatkan dalam buku Setiap Doa Pasti Allah Kabulkan (Abu Ezza, 2012:27), doa ini dapat diamalkan untuk melembutkan hati: اللَّهُمَّ لَيِّنْ لِي قَلْبَهُ، لَيِّنْتَ لِدَاوُدَ الْحَدِيدَ
    Allahumma laiyin li qalbahu, laiyinta li Daudal hadid.
    Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan besi bagi Daud.”
  2. Doa Meluluhkan Hati dari Jarak Jauh اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَبِيرُ…
    Allaahumma innaka antal azizul kabir… (teks lengkap seperti di atas)
    Doa ini dianjurkan ketika ingin meluluhkan hati seseorang yang berada jauh dari kita, termasuk orang tua.
  3. Doa untuk Orang yang Membenci Kita
    Dikutip dari Tuntunan Lengkap Rukun Islam & Doa (Syarif Hidayatullah), doa ini dipanjatkan agar Allah melembutkan hati orang yang membenci kita: الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ…
    Alhamdulillahi ala kulli halin… (teks lengkap seperti di atas)

Pelajaran yang Dapat Diambil

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, kisah para nabi menunjukkan bahwa kesabaran, doa, dan hikmah adalah kunci utama untuk meluluhkan hati manusia yang keras. Maka, doa yang dipanjatkan anak kepada Allah untuk meluluhkan hati orang tua yang belum merestui hubungan memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam.