Stylesphere – Rasa takut adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, baik dalam situasi yang asing, saat menghadapi tantangan besar, maupun dalam ketidakpastian. Perasaan ini bisa muncul kapan saja dan di mana saja, sering kali tanpa peringatan.
Meskipun ketakutan adalah reaksi wajar, terlalu larut dalam perasaan ini dapat membuat seseorang merasa tertekan dan tidak nyaman. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi rasa takut agar tetap tenang dan mampu menghadapi berbagai situasi dengan percaya diri.
Salah satu cara efektif untuk meredakan ketakutan adalah dengan berdoa. Doa dapat memberikan ketenangan batin, menumbuhkan rasa aman, dan memperkuat keyakinan dalam menghadapi tantangan. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menganjurkan doa berikut untuk menghadapi rasa takut dan memohon perlindungan dari kejahatan:
اللَّهُمَّ إنَّا نَجْعَلُكَ في نُحُورِهِمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ
Allahumma inna naj’aluka fi nuhurihim wa na’udzubika min syururihim.
Artinya: “Ya Allah, kami menjadikan Engkau sebagai pihak yang memegang leher mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka.”
Dengan mengamalkan doa ini, kita dapat merasa lebih tenang dan yakin bahwa Allah selalu melindungi kita. Ketakutan yang muncul pun dapat dikendalikan dengan hati yang lebih lapang dan pikiran yang lebih jernih.
Mengatasi Rasa Takut dengan Doa
Rasa takut adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, baik dalam menghadapi situasi yang tidak familiar, tantangan besar, maupun ketidakpastian. Meskipun wajar, rasa takut yang berlebihan bisa menghambat seseorang dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasinya agar tetap tenang dan percaya diri.
Salah satu cara terbaik untuk meredakan ketakutan adalah dengan berdoa. Doa dapat memberikan ketenangan batin, menumbuhkan rasa aman, dan memperkuat keyakinan dalam menghadapi berbagai situasi.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menganjurkan doa berikut untuk berlindung dari kejahatan:
اللَّهُمَّ إنَّا نَجْعَلُكَ في نُحُورِهِمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ
Allahumma inna naj’aluka fi nuhurihim wa na’udzubika min syururihim.
Artinya: “Ya Allah, kami menjadikan Engkau sebagai pihak yang memegang leher mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka.”
Selain itu, doa yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 250 juga bisa diamalkan untuk meminta kekuatan dan keteguhan hati:
Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
Dengan membaca doa-doa ini, kita dapat merasa lebih tenang, yakin bahwa Allah selalu melindungi, dan lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Stylesphere – Bulan Syawal menjadi momen yang dinanti umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Bulan ini dikenal sebagai bulan kemenangan yang penuh kebahagiaan, sekaligus kesempatan untuk meningkatkan ibadah.
Selain menjadi simbol kemenangan bagi umat Islam di seluruh dunia, Syawal juga disebut sebagai bulan ibadah karena terdapat amalan sunah dengan pahala yang besar.
Berikut beberapa ibadah yang bisa dilakukan di bulan Syawal untuk memperoleh pahala yang melimpah:
Puasa Enam Hari di Bulan Syawal Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa enam hari di bulan ini setelah Ramadhan, pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Menjalin Silaturahmi Momen Lebaran sering dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan. Ini adalah amalan yang dianjurkan dalam Islam karena mempererat hubungan antarsesama dan mendatangkan keberkahan.
Bersedekah Berbagi rezeki dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan, menjadi salah satu cara untuk menambah pahala di bulan Syawal.
Memperbanyak Ibadah Sunnah Selain puasa, umat Islam dapat meningkatkan amalan sunnah lainnya seperti shalat Dhuha, Tahajud, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.
Bulan Syawal memberikan kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan. Dengan menjalankan ibadah-ibadah tersebut, seorang Muslim dapat meraih keberkahan dan pahala yang melimpah.
Amalan Bernilai Besar di Bulan Syawal
Bulan Syawal adalah momen istimewa bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Selain menjadi bulan kemenangan, Syawal juga merupakan kesempatan untuk meningkatkan ibadah dan memperoleh pahala yang melimpah. Berikut beberapa amalan yang dianjurkan di bulan Syawal:
1. Puasa Syawal Enam Hari
Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan besar. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Ayub Al Anshari, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun.” (HR Muslim, Imam Ahmad juga meriwayatkan dari hadits Jabir).
2. Puasa Senin-Kamis
Puasa Senin dan Kamis merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat bersemangat dalam menjalankan puasa di hari-hari tersebut (HR. Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad).
Hari Senin dan Kamis juga merupakan waktu di mana amal manusia diajukan kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“Amal-amal perbuatan itu diajukan (diaudit) pada hari Senin dan Kamis, oleh karena itu aku ingin amal perbuatanku diajukan (diaudit) pada saat aku sedang puasa.” (HR Tirmidzi).
Para ulama juga menjelaskan bahwa menggabungkan niat puasa Senin-Kamis dengan puasa Syawal diperbolehkan dan tetap mendapatkan pahala dari kedua ibadah tersebut.
3. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Keutamaan puasa ini disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash RA:
“Puasa tiga hari di setiap bulannya adalah seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Bukhari).
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW memberikan tiga wasiat kepada Abu Darda:
“Rasulullah SAW berpesan kepadaku tiga hal yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa setiap tiga hari pada setiap bulannya, mengerjakan dua rakaat salat duha, serta salat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim).
4. Menjalin Silaturahmi
Syawal menjadi waktu yang tepat untuk menyambung tali silaturahmi. Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan seseorang ke dalam surga, lalu beliau menjawab:
“Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR Bukhari no. 5983).
Silaturahmi juga berkaitan dengan kelapangan rezeki dan umur yang diberkahi. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW memperingatkan bahaya memutus tali silaturahmi:
“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya di dunia ini -berikut dosa yang disimpan untuknya di akhirat- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Kesimpulan
Bulan Syawal memberikan banyak peluang untuk meningkatkan amal ibadah. Dengan menjalankan puasa Syawal, puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, serta menjaga tali silaturahmi, seorang Muslim dapat memperoleh keberkahan dan pahala yang melimpah. Memanfaatkan bulan ini dengan baik akan mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat hubungan sosial dengan sesama.
5. Bersedekah
Sedekah adalah amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dilakukan kapan saja sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Sedekah dicintai oleh Allah SWT dan akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Dengan bersedekah, seorang Muslim akan lebih berempati, terhindar dari sifat kikir, selalu bersyukur, serta mendapatkan keberkahan rezeki.
Nabi SAW bersabda:
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2558, dari Abu Hurairah).
Dalam riwayat lain, Asma’ binti Abi Bakr meriwayatkan sabda Rasulullah SAW:
“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR Bukhari dan Muslim).
6. Menikah di Bulan Syawal
Menikah di bulan Syawal merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW. Dahulu, orang-orang jahiliyah menganggap bahwa menikah di bulan Syawal akan mendatangkan kesialan. Rasulullah SAW membantah kepercayaan ini dengan menikahi Aisyah RA pada bulan Syawal. Dalam hadis, Aisyah RA berkata:
“Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan berkumpul denganku pada bulan Syawal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa menikah di bulan Syawal bukan sekadar tradisi, melainkan termasuk dalam sunnah Nabi.
7. I’tikaf
I’tikaf adalah amalan berdiam diri di masjid dalam jangka waktu tertentu dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, dan berzikir. Kebiasaan i’tikaf yang dilakukan di bulan Ramadhan juga dianjurkan untuk dilanjutkan di bulan Syawal.
Syekh Ibnu Baz rahimahullah dalam Majmu’ Al-Fatawa (15/437) menyatakan:
“Tidak diragukan lagi bahwa i’tikaf di masjid merupakan salah satu bentuk ibadah. Baik di bulan Ramadan maupun selain Ramadan. Dan ia dianjurkan di bulan Ramadan dan selain Ramadan.”
I’tikaf bisa dilakukan dalam durasi waktu yang bervariasi, baik beberapa jam maupun sehari semalam (24 jam). Dengan melaksanakan i’tikaf, seorang Muslim dapat lebih fokus dalam beribadah dan memperkuat hubungan spiritualnya dengan Allah SWT.
Kesimpulan
Bulan Syawal adalah kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah dan memperoleh pahala yang melimpah. Dengan menjalankan puasa Syawal, memperbanyak sedekah, menjaga silaturahmi, menikah sesuai sunnah, serta melaksanakan i’tikaf, seorang Muslim dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan meraih keberkahan dalam kehidupannya.
Stylesphere – Klub-klub besar Eropa memang sering memberikan perhatian khusus kepada para penggemarnya di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang memiliki basis fans sepak bola yang besar. Manchester City tidak ketinggalan dengan mengunggah ucapan selamat Idul Fitri 2025 menggunakan gaya yang akrab dengan warganet Indonesia.
Ucapan yang dibawakan oleh Abdukodir Khusanov dalam bahasa Indonesia, lengkap dengan pantun “Ubur-ubur Ikan Lele, Selamat Lebaran Le!” jelas menjadi daya tarik tersendiri. Ini menunjukkan bagaimana klub-klub besar memahami budaya dan tren yang sedang berkembang di kalangan penggemarnya.
Selain apresiasi terhadap Manchester City dan Khusanov, momen ini juga membuka obrolan tentang kemungkinan pemain Indonesia, seperti Rizky Ridho, untuk bisa bermain di Eropa. Komentar-komentar warganet yang mengaitkan hal ini menunjukkan harapan besar terhadap kemajuan sepak bola Indonesia.
Ucapan selamat Lebaran dari klub-klub Eropa memang selalu menarik perhatian. Biasanya, klub-klub lain seperti Manchester United, Barcelona, Liverpool, atau Arsenal juga memberikan ucapan serupa.
Sepak Terjang Khusanov
Manchester City mendatangkan Abdukodir Khusanov pada bursa transfer Januari 2025 dari klub Prancis, Lens, dengan nilai transfer 40 juta euro. Perekrutan bek asal Uzbekistan ini dilakukan untuk memperkuat lini pertahanan The Citizens yang mengalami banyak masalah sepanjang musim 2024/2025.
City memang menghadapi tantangan berat di Liga Inggris musim ini. Performa mereka menurun dibandingkan musim-musim sebelumnya, membuat peluang mempertahankan gelar juara semakin sulit. Cedera dan inkonsistensi para bek utama menjadi salah satu faktor utama mengapa City membutuhkan tambahan pemain di sektor belakang.
Khusanov diharapkan bisa memberikan stabilitas dalam pertahanan City. Meski masih muda, ia telah menunjukkan potensi besar saat bermain di Lens dan timnas Uzbekistan. Kini, tantangannya adalah beradaptasi dengan intensitas tinggi Premier League dan skema permainan Pep Guardiola.
Khusanov Ikut Tanding di Idul Fitri
Pada 30 Maret 2025, saat perayaan Idul Fitri di Inggris, Abdukodir Khusanov harus tetap melanjutkan tugasnya di lapangan bersama Manchester City di babak perempat final Piala FA melawan Bournemouth. Meski hari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam, Khusanov tidak bisa merayakan Idul Fitri secara tradisional karena harus bertanding.
City berhasil melaju ke semifinal setelah menang 2-1 lewat comeback dramatis di babak kedua. Namun, Khusanov tampil mengecewakan di pertandingan tersebut. Performanya kurang memuaskan, dan manajer Pep Guardiola memutuskan untuk menariknya keluar pada jeda pertandingan, menggantinya dengan Nico O’Reilly.
Meskipun begitu, kemenangan City tetap diraih, dan mereka melangkah ke semifinal Piala FA, meskipun Khusanov harus mencerna kekecewaan setelah penampilan kurang maksimal di laga tersebut.